ZONALITERASI.ID – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mewisuda sebanyak 930 lulusan, pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-139, di Auditorium Harun Nasution, Sabtu, 7 Februari 2026.
Wisuda tahun akademik 2025/2026 ini mengangkat tema “Digital Society: Generasi Religius, Smart, dan Berdampak Pada Masyarakat”.
Adapun 930 lulusan yang diwisuda berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (228 orang), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (120), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (118), serta Fakultas Syariah dan Hukum (103 orang).
Selanjutnya, Fakultas Adab dan Humaniora (95 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (82), Fakultas Ushuluddin (64), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (38), Fakultas Dirasat Islamiyah (30), Sekolah Pascasarjana (28), Fakultas Psikologi (16 orang), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (8 orang).
Dari total lulusan tersebut, Sekolah Pasca-Sarjana mengukuhkan Nenny Anggraini sebagai wisudawan terbaik Program Doktor Pengkajian Islam dengan IPK 3.8. Sementara pada Program Magister Pengkajian Islam, Marifat Kilwakit sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3.9. Keduanya sukses meraih predikat kelulusan Pujian (Cum Laude).
Pada jenjang Strata 1, wisudawan terbaik yaitu Agnes Putri Afdzilla dari Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora dengan IPK 3.96 cum laude, Putri Puspitasari dari prodi Ilmu Tasawuf Fakultas Ushuluddin dengan IPK 3.94 cum laude, serta Adelia dari Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan IPK 3.94 cum laude.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Laila Fitri Amalia program studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dengan IPK 3.92 cum laude, Ahmad Irvan Maulana Fakultas Dirasat Islamiyah dengan IPK 3.87 cum laude, serta Najibah Syalidatun Nahlah dari Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan yang meraih IPK 3.63 cum laude.
Apresiasi Ketangguhan Wisudawan
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., saat menyampaikan sambutan mengungkapkan, dirinya mengapresiasi ketangguhan para wisudawan dalam menyelesaikan masa studi. Menurutnya, pencapaian akademik ini diraih melalui proses yang tidak mudah dan penuh tantangan, baik secara material, psikologis, maupun sosial.
“Jangan dikira kelulusan itu mudah. Banyak lika-likunya. Ada yang menunggu kiriman beasiswa, ada yang terpaksa meminjam, bahkan ada yang sambil berjualan untuk terus menyelesaikan studi. Tiap orang mempunyai beban masing-masing,” ujarnya, dilansir dari laman UIN Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Prof. Asep juga menekankan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, meski membanggakan, bukanlah satu-satunya tiket menuju kesuksesan. Dia mengingatkan lulusan agar tidak terlena dengan angka akademik tanpa dibarengi kemampuan adaptasi yang kuat.
“IPK 3,9 very good, excellent. But it is not the only guarantee that you can be success. Orang yang berhasil adalah dia yang mampu beradaptasi dan mengubah dirinya di dalam perubahan yang terus berkembang di masyarakat,” tegasnya.
Selain memberikan pesan akademik, Prof. Asep juga memaparkan komitmen UIN Jakarta terhadap isu keberlanjutan melalui program Green Campus dan digitalisasi lewat E-Semesta.
Dia menyebutkan, sampah di lingkungan kampus kini telah dikelola secara mandiri melalui pusat daur ulang di kawasan Kampus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Di penghujung acara, Prof. Asep mengajak seluruh hadirin untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta guna membantu mahasiswa lain yang mengalami kesulitan finansial.
Ajakan ini disambut antusias oleh para hadirin. Dalam waktu singkat, aksi filantropi spontan tersebut berhasil mengumpulkan dana donasi mencapai lebih dari Rp 10 juta. Momen ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial civitas akademika UIN Jakarta.
Menutup pidatonya, Prof. Asep mengingatkan kembali peran penting orang tua dan dosen dalam perjalanan sukses para wisudawan. Dia meminta lulusan untuk tidak melupakan jasa mereka yang telah mengantarkan pada gerbang kesarjanaan.
“Berbuat baiklah kepada orang tua, karena kunci kesuksesan ada di mereka. Selama kalian berbuat baik ke mereka, insyaAllah pintu kebaikan dan kemudahan akan terbuka,” pungkasnya. (des)***











