Cerita Nabila Safira Azzahra, Mahasiswi FKIP Unpas yang Raih Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026

IMG 20260224 144922 1024x683 1
Nabila Safira Azzahra, mahasiswi semester 6 Prodi Pendidikan Ekonomi, FKIP Unpas dinobatkan sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, (Foto: Dok. Unpas).

ZONALITERASI.ID – Nabila Safira Azzahra, mahasiswi semester 6 Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pasundan (Unpas) dinobatkan sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026.

Menyusul penobatan ini, kini, Nabila menjadi duta dalam menyuarakan isu-isu pendidikan, khususnya terkait literasi digital, pendidikan karakter, dan literasi finansial.

“Gelar Winner bukan sekadar mahkota dan selempang, melainkan tanggung jawab besar untuk membuka pintu kolaborasi dan memberi manfaat seluas-luasnya. Aku berharap Jawa Barat mampu menjadi pionir pendidikan berbasis kearifan lokal yang mampu menjawab tantangan global,” kata Nabila, di sela penobatan sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, di Taman Budaya Teater Tertutup Tea House, Kota Bandung, Minggu, 15 Februari 2026, dilansir dari laman Unpas.

Perjalanan Nabila di ajang Duta Pendidikan Jawa Barat, bermula dari rekomendasi dari Prodi Akuntansi Unpas yang melihat potensi yang ada dalam dirinya.

Berbekal keberanian untuk belajar hal baru dan semangat berkontribusi bagi pendidikan di Jawa Barat, Nabila mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Perempuan kelahiran 28 Maret 2005 ini, dengan saksama melalui audisi tahap pertama, tahap kedua, penetapan finalis, social media challenge, pra karantina, hingga grand final yang digelar di Dago Tea House.

“Momen paling berkesan adalah ketika aku berani melangkah keluar dari zona nyaman. Dari sana, aku belajar bahwa kompetisi sejati adalah menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri,” ungkapnya.

“Mengikuti ajang ini membawa perubahan besar dalam diriku. Aku mengalami pergeseran pola pikir, dari sekadar academic mindset menjadi impactful mindset. Aku menyadari bahwa kecerdasan intelektual tidak akan bermakna tanpa kepekaan sosial,” sambung Nabila.

Aktif Berorganisasi

Nabila dikenal aktif dalam berbagai organisasi, baik internal maupun eksternal kampus. Di lingkungan internal, dia tergabung dalam HIMAKSI dan menjabat sebagai Kepala Divisi Keorganisasian dan SDM.

Sementara di ranah eksternal, Nabila dipercaya sebagai Ketua Kompartemen Editor bidang Kominfo HIPMI Perguruan Tinggi Unpas.

Tak hanya itu, dia juga terlibat dalam program BEM KM Unpas Desa Binaan di SDN 116 Cicaheum.

“Aku pun punya hobi di bidang editing, seni tari tradisional, dan modern dance. Bagiku, kreativitas dan pendidikan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membentuk diri yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ucapnya.

Usung Program Adaptive Generation Hub

Sebagai Duta Pendidikan Jawa Barat 2026, Nabila mengusung program advokasi bernama AGH (Adaptive Generation Hub). Program ini bertujuan memutus rantai kesenjangan digital dan rendahnya literasi finansial melalui tiga pilar utama:

1. Pilar Integritas Digital (pendidikan karakter)

2. Pilar Resiliensi Ekonomi (literasi finansial)

3. Pilar Identitas Budaya (Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh)

Menurut Nabila, AGH dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang melibatkan komunitas lokal, sekolah, pelaku usaha, masyarakat, dan pelajar, termasuk di kawasan tertinggal. Dia menerapkan sistem “estafet ilmu”, dengan melatih pemuda di berbagai daerah agar menjadi mentor bagi lingkungannya masing-masing.

Nabila juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan pemantauan program, sekaligus menjadi role model dalam penggunaan teknologi secara positif.

“Aku memimpikan masa depan di mana tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan antara pelajar di pelosok dan di perkotaan, serta lahirnya generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki resiliensi ekonomi dan integritas karakter yang kuat,” pungkas Nabila. (des)***