UPI Siap Kolaborasi dengan Kemensos Kembangkan Sekolah Rakyat, Sasar 4 Juta Anak tak Miliki Akses Pendidikan

8386c8a2 b196 4392 83a8 fcd492154df0
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, saat menerima audiensi dari Sekjen Kemensos, Robben Rico, untuk penjajakan kerja sama pengembangan Sekolah Rakyat, di Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Jumat, 10 April 2026, (Foto: Dok. UPI).

ZONALITERASI.IDWakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Agus Setiabudi, menegaskan, UPI siap bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam mengembangkan Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat sendiri menyasar 4 juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Jadi, pada intinya, UPI sudah siap. Justru ini yang kita cari, yaitu kebutuhan nyata di lapangan. Kebetulan kebutuhan tersebut datang langsung dari Kemensos, sehingga kita tinggal menyalurkan kapasitas yang kita miliki, “ kata Prof. Agus, saat menerima audiensi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, untuk penjajakan kerja sama pengembangan Sekolah Rakyat, di Kampus UPI,  Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Jumat, 10 April 2026.

“Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan, kemudian teman-teman dari Sekolah Rakyat datang menyampaikan permasalahan tersebut beserta kemungkinan penyelesaiannya,” sambungnya.

Prof. Agus menyebutkan, dalam kerja sama ini, UPI akan berkontribusi melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, serta pendampingan penyelenggaraan pendidikan.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman, pelaksanaan proyek percontohan Sekolah Rakyat unggulan, serta penyusunan roadmap pendidikan hingga tahap kemandirian lulusan.

“Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” tandasnya.

Agus menambahkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah implementasi beberapa kerja sama nyata.

Pertama, untuk memenuhi kebutuhan guru di Sekolah Rakyat, pada tahap awal UPI akan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan (PKL).

Selanjutnya, setelah melihat kapasitas mahasiswa UPI, Kemensos bisa saja merekrut mereka menjadi staf di Sekolah Rakyat. Selain itu, dalam waktu dekat, UPI akan melakukan pembinaan bagi para guru dan penataan kurikulum sekolah.

“Pertemuan ini menjadi momentum bagi UPI untuk berperan aktif dalam menjawab kebutuhan nyata di bidang Pendidikan,” pungkas Prof. Agus.

Sasar 4 Juta Anak Indonesia

Sementara Sekjen Kemensos, Robben Rico, menuturkan, keinginan untuk berkolaborasi ini untuk menyukseskan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan program Sekolah Rakyat.

Adapun sasaran dari program ini yaitu 4 juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Hasil pertemuan hari ini sangat produktif. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rico menambahkan, dipilihnya UPI sebagai mitra dalam pengembangan Sekolah Rakyat karena kampus ini merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang pendidikan di Indonesia.

“Selain itu, kami juga telah melihat langsung bahwa lulusan UPI yang saat ini menjadi kepala sekolah maupun guru di Sekolah Rakyat memiliki kinerja di atas rata-rata,” ujarnya. (des)***