Ini Langkah SMAN 2 Banjarsari Bekali Siswa agar tak Tersesat di Gelapnya Rimba Digital

4c7b8310 d561 45c5 bb30 f79be5419d41
SMAN 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis menggelar workshop “Lentera Digital, Literasi Terpadu Era Transformasi Digital”, Kamis, 16 April 2026, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Sesuai dengan visinya, “Generasi Panca Waluya Berwawasan Global yang Mandiri dan Kolaboratif melalui Lingkungan Sekolah yang Aman serta Ber ketahanan Ekologis”, SMAN 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, difokuskan pada terwujudnya sekolah inovatif dan berbudaya lingkungan, menghasilkan murid mandiri, bertaqwa, berakhlak mulia, dan berprestasi.

SMAN 2 Banjarsari yang lebih akrab dengan julukan “SmandaAsri” ini mengusung program keunggulan seperti Pancawaluya, Literasi, SRA, SPAB, SBI, Adiwiyata serta aktif dalam beragam pengembangan pendidikan.

Untuk menunjang program literasi, salah satunya digelar workshop “Lentera Digital, Literasi Terpadu Era Transformasi Digital”, pada Kamis, 16 April 2026. Acara dipandu oleh guru senior Emas Kurnianingsih, M.Pd. yang juga salah satu guru pembina literasi di SMAN 2 Banjarsari.

Acara diawali penyampaian keynote speak dari Kepala SMAN 2 Banjarsari, Siti Maryam, S.Pd., M.Pd. yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Dalam paparannya, Siti Maryam menjelaskan, salah satu tugas sekolah sebagai institusi pendidikan yang utama adalah menyelamatkan masa depan anak bangsa dari efek negatif perkembangan jaman.

“Kita tidak bisa memungkiri, HP dan internet sudah jadi bagian napas anak-anak kita. Melarangnya sama seperti melarang orang bernapas. Maka tugas kita bukan melarang, tapi memberi lentera agar anak-anak kita tidak tersesat di gelapnya rimba digital. Gelap itu bernama hoaks, judi online, perundungan siber, dan jejak digital negatif yang bisa merusak masa depan,” terangnya.

“Karena itu, saya sangat bangga dan mendukung penuh lahirnya Duta Literasi SMAN 2 Banjarsari dengan beragam aksinya,” sambung Siti Maryam.

Workshop dihadiri 40 siswa yang terpilih sebagai Duta Literasi dari perwakilan setiap kelas bersama para guru yang terhimpun dalam Tim Literasi Sekolah. Workshop yang diproyeksikan untuk merangsang aksi para Duta Literasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Sofian Munawar, pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) dan Putri Sri Jayanti, guru SMAN 3 Banjar yang juga menjadi salah satu pengurus inti YRBK.

Sofian menjelaskan, urgensi literasi dan numerasi terutama bagi kalangan Gen-Z. Menurutnya, kedua hal ini dapat menjadi modal penting bagi kawula muda untuk berkarya. Literasi dan numerasi dapat menjadi lentera bagi kawula muda. Lentera bukan sekadar lampu. Lentera memiliki filosofi nilai yang perlu ditanamkan kepada para kawula muda.

Sofian juga menyebutkan, “Lentera” merupakan akronim dari Literasi, Enumerasi, Nalar, Teknologi, Etika, Rasional, dan Aman.

“Filosofi ini dapat kita jadikan tagline untuk kita kampanyekan bersama dengan semboyan Lentera Digital Menerangi Jalan Menjaga Generasi,” tambah tokoh literasi yang juga merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ini.

Senada dengan itu, Putri Sri Jayanti mengingatkan para Duta Literasi untuk terus semangat dalam berkarya. Dia menyebutkan, beragam hal dapat dilakukan para siswa yang tergabung dalam Duta Literasi karena mereka itu pasti siswa-siswa pilihan yang memiliki kelebihan.

“Menjadi Duta Literasi adalah kesempatan emas yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Kalian bisa melahirkan banyak karya seperti buku, vlog, karya literasi terapan, dan apapun yang bermanfaat bagi masa depan kalian,” tambah Putri yang juga peraih Anugrah Pancawaluya dan terpilih sebagai Guru Inovatif Tingkat Nasional.

Para peserta workshop tampak bersemangat mengikuti kegiatan dengan rangkaian diskusi, praktik menulis, dan elaborasi materi untuk menyiapkan aksi-aksi literasi ke depannya. Acara dipungkas dengan foto bersama seraya meneriakkan YEL Literasi: “Salam Literasi … SMAN 2 Banjarsari Maju … Maju … Juara!!” diakhiri gemuruh tepuk tangan dengan penuh semangat. (Dody Achadiyat)***