KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja-Sayyid, Berlangsung Sederhana dan Bermakna

WhatsApp Image 2026 05 03 at 11.57.10
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menjadi saksi pernikahan pasangan istimewa penyandang disabilitas tuna rungu Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri, di Kantor Urusan Agama (KUA) Bale Endah Kabupaten Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, (Foto: Pemprov Jabar).

ZONALITERASI.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menjadi saksi pernikahan pasangan istimewa penyandang disabilitas tuna rungu Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri, di Kantor Urusan Agama (KUA) Bale Endah Kabupaten Bandung, Jumat, 1 Mei 2026.

Pada prosesi yang berlangsung sederhana, KDM dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jabar, Dudung Abdul Rohman, menjadi saksi pernikahan. Sementara, prosesi akad nikah dipandu Kepala KUA Kecamatan Bale Endah Rohman dan dibantu oleh juru bahasa isyarat.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti.

Dalam wejangannya, KDM meminta kedua pasangan untuk jangan bertengkar dan bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik.

“Jangan banyak bertengkar,” kata KDM.

Pernikahan sederhana di KUA merupakan inisiasi KDM yang bertujuan untuk menghindari biaya besar yang biasa harus dikeluarkan oleh keluarga pengantin.

Dalam kesempatan yang sama, KDM juga menyatakan siap membantu perbaikan fasilitas aula akad nikah yang ada di KUA Kecamatan Bale Endah.

Fenty Feriyawati yang merupakan ibu kandung Puja bersyukur atas apa yang telah diberikan KDM kepada anaknya.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sangat memperhatikan anak-akan kami dengan keterbatasannya,” imbuhnya.

Fenty mendoakan agar KDM selalu diberi kesehatan, umur panjang dan kelancaran dalam setiap pekerjaannya.

Fenty juga bangga dengan kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang telah banyak membantu masyarakat Jawa Barat.

“Kami bangga mempunyai pemimpin seperti Bapak gubernur saat ini. Hatur nuhun kepada Pak gubernur, Kanwil Depag Jabar, pihak Kecamatan Bale Endah, Kelurahan Rancamanyar yang tekah mendukung untuk nikah di KUA ini,” tuturnya.

Puja yang merupakan mempelai wanita, mengaku bahagia dan berterima kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi hingga dirinya bersemangat untuk menikah di KUA Bale Endah.

Sederhana, Bermakna, dan Kesiapan Membangun Keluarga

Dalam keterangan yang disampaikan DP3AKB Jabar, disebutkan, Pemprov Jabar terus mendorong budaya pernikahan yang sederhana, bermakna, dan berorientasi pada kesiapan membangun keluarga.

Itu tercermin dalam pelaksanaan akad nikah Naila Puja Rislani dengan Muhammad Sayyid Az Zahiri yang berlangsung khidmat di KUA Baleendah.

Pernikahan ini menjadi contoh nyata implementasi Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 55/PMD.03.04/KESRA Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perkawinan dan Khitanan Sederhana, yang mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kesederhanaan serta kesiapan berkeluarga dalam setiap penyelenggaraan pernikahan.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa praktik penyelenggaraan pernikahan yang berlebihan berpotensi menimbulkan beban ekonomi, memicu utang, serta berdampak pada ketahanan rumah tangga di masa depan.

Momentum pernikahan ini menegaskan beberapa pesan penting kepada masyarakat yaitu pernikahan dapat dilaksanakan secara sederhana namun tetap sakral dan penuh makna, kesiapan mental, kesehatan, dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga serta kesederhanaan adalah langkah awal menuju keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Pemprov Jabar melalui berbagai program pembangunan keluarga terus mengedukasi masyarakat agar menjadikan pernikahan sebagai titik awal kehidupan yang stabil, bukan sebagai sumber tekanan finansial.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengikuti Sekolah Pra Nikah atau sejenisnya, melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, serta merencanakan kehidupan rumah tangga secara matang sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkualitas.

“Melalui contoh konkret ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang mengadopsi pola pikir baru dalam menyelenggarakan pernikahan lebih sederhana, lebih bijak, dan lebih berorientasi pada masa depan keluarga,” tulis keterangan dari DP3AKB Jabar. (des)***