ZONALITERASI.ID – Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ‘Binokasih Mulang Salaka’, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Berbagai lapisan masyarakat berbaur menyaksikan prosesi budaya dari Keraton Sumedang Larang hingga Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang.
Sumedang dipilih sebagai titik awal rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang akan berlangsung hingga 17 Mei 2026. Sumedang secara historis merupakan tempat disimpannya Mahkota Binokasih yang menjadi simbol penting dalam perjalanan sejarah Sunda.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) memimpin kirab dengan menunggangi kuda sambil menampilkan Mahkota Binokasih asli yang merupakan peninggalan Kerajaan Sunda. Iring-iringan diikuti oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang M. Fakar Aldila, Keraton Sumedang Larang, hingga parade kreasi kesenian budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Terima kasih kepada Keraton Sumedang Larang dan Pemkab Sumedang, juga masyarakatnya yang terus menjaga spirit kebudayaan. Kita bisa melihat bagaimana antusiasme masyarakat begitu luar biasa,” kata KDM.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menuturkan, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menguatkan kembali identitas kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajak masyarakat untuk mengenali, mencintai, serta melestarikan warisan budaya Sunda sebagai identitas bersama.
“Kirab ini memiliki makna untuk mengingatkan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Sunda, yang salah satunya tercermin dalam Mahkota Binokasih yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda terselenggara hingga 17 Mei 2026.
Setelah Sumedang, prosesi Milangkala Tatar Sunda akan berlanjut di beberapa titik. Mulai dari Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), Kota Depok (8 Mei), Kabupaten Karawang (9 Mei), Kabupaten Cirebon (10 Mei), dan terakhir di Kota Bandung (16-17 Mei). (des)***











