3 Tips Mendidik agar Anak Bermental Tangguh

cara membesarkan anak yang tangguhfoto magnificcomfreepik 1781365317203 169 1
Ilustrasi cara mendidik anak bermental tangguh, (Foto: Magnific.com/Freepik).

ZONALITERASI.ID – Biasanya anak yang benar-benar tangguh memiliki orang tua yang membantu mereka membangun keterampilan dasar seperti mengatur emosi dan cara mengatasi kekecewaan. Saat mendidik anak yang tangguh, fokus orang tua bukan tentang apa yang ingin diajarkan, melainkan bagaimana mengajarkannya.

Melansir Everyday Health, psikolog Ryan C. Warner, Ph.D., menuturkan, orang bermental tangguh adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan pola pikir kreatif dan tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan. Ia mampu hadir secara konsisten meskipun di bawah tekanan.

Berikut tiga tips mendidik anak bermental tangguh.

1. Merespons Kekecewaan Anak dengan Mendengarkan secara Aktif

Saat anak menunjukkan kekecewaannya, jangan terburu-buru menanggapi perasaan mereka dengan kalimat “Bukan masalah besar. Jangan cengeng. Gitu aja langsung marah,”.

Mengabaikan atau meremehkan kekecewaan secara tidak sengaja dapat mengajarkan anak untuk menekan dan mengabaikan emosinya sendiri.

“Ketika sorang anak mengalami kegagalan atau kekecewaan, jangan menyangkal perasaan dan pengalamannya, atau langsung beralih ke mode pemecahan masalah,” kata psikolog dan asisten direktur di Sunset Terrace Family Health Center, NYU Langone, Joseph Laino, Psy.D., dikutip dari Parents.

Sebaliknya, mulailah dengan empati. Validasi emosinya terlebih dahulu. “Kamu benar-benar menginginkan ini, dan ini bukanlah hasil yang kamu harapkan. Mama paham ini mengecewakanmu.” Pendekatan semacam ini membantu anak merasa didengar, dipahami, dan didukung.

Setelah intensitas emosi berkurang, barulah beralih ke refleksi diri dengan mengajukan pertanyaan seperti “Apakah ada pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian hari ini? Apa yang bisa kita lakukan di masa mendatang jika dihadapi situasi seperti ini lagi?”

Dengan memvalidasi emosi terlebih dahulu dan pemecahan masalah kemudian, kita mengajarkan pada anak bahwa perasaan dapat dikelola, bukan sesuatu yang harus dihindari atau ditakuti.

2. Mencontohkan Cara Mengatasi Stres yang Sehat secara Langsung

Sadar atau tidak, anak terus-menerus mengamati orang dewasa di sekitarnya dalam merespons stres. Contoh perilaku orang tua secara signifikan membentuk cara anak dalam mengatur emosinya sendiri.

“Orang dewasa yang mencontohkan perilaku yang tepat juga bisa menjadi strategi yang efektif (dalam membentuk mental tangguh seorang anak),” kata Dr. Joseph Laino, dalam jurnal Developmental Psychology (2020).

Dalam praktiknya dapat mengucapkan kalimat seperti ini ketika berada di dekat anak, “Mama lelah dengan situasi ini, tetapi mama tidak akan menyerah dan akan mencobanya lagi nanti. Sekarang, mama butuh waktu untuk menenangkan diri,”.

Jangan lupa untuk mengakui kesalahan diri sendiri karena itu menunjukkan sikap tanggung jawab dan kemauan untuk memperbaiki kesalahan. Kedua sikap tersebut merupakan keterampilan resiliensi yang penting.

3. Membiarkan Anak untuk Berjuang – dengan Memberikan Dukungan Bertahap

Orang tua sering kali campur tangan terlalu cepat saat anak sedang berjuang dalam menghadapi tantangan. Niatnya baik, tetapi itu justru dapat melemahkan resiliensi atau ketangguhan anak.

Menurut Joseph Laino, membangun resiliensi pada anak bukan berarti menyelamatkan anak dari situasi sulit dan menyelesaikan masalah mereka. Jika orang tua melakukan itu, anak tidak akan mengembangkan kekuatan emosional yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hidup.

Pada saat yang sama, resiliensi juga bukan berarti meninggalkan anak untuk berjuang sendirian. Sebaliknya, orang tua harus berusaha mencapai keseimbangan di antara keduanya.

“Ini tentang belajar menyeimbangkan kebutuhan anak untuk sedikit berjuang dalam menyelesaikan masalah sambil memberikan dukungan agar mereka tidak merasa sendirian dalam prosesnya,” pungkas  Joseph Laino.

Intinya tujuan dari ini adalah membentuk kemandirian anak secara bertahap. Membiarkan mereka mencoba, tersandung, dan menyesuaikan diri sambil menunjukkan bahwa kita sebagai orang tua tetap ada di dekatnya ketika dibutuhkan.

Itulah tiga cara membesarkan anak bermental tangguh tanpa terlalu keras yang bisa diterapkan oleh para orang tua. Semoga bermanfaat. ***

Sumber: Beautynesia