Ada Tes Pemetaan Kapasitas BTQ dan Praktik Ibadah di Prodi PAI UIN Jakarta, Libatkan Semua Mahasiswa

WhatsApp Image 2026 03 03 at 14.06.15
Prodi PAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan tes pemetaan kapasitas Baca Tulis Alquran (BTQ) dan praktik ibadah kepada semua mahasiswa, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan tes pemetaan kapasitas Baca Tulis Alquran (BTQ) dan praktik ibadah kepada semua mahasiswa.

Selain itu, berbagai upaya strategis juga telah dan akan terus diupayakan sehingga diharapkan tidak ada wisudawan Prodi PAI yang tidak mampu BTQ dan praktik ibadah dengan baik.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil asesmen Ditjen Pendis Kemenag pada akhir Desember 2025 yang menyatakan bahwa 58,26% guru PAI jenjang SD belum fasih baca Alquran.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, mengatakan, hasil asesmen Ditjen Pendis merupakan alarm serius bagi keluarga besar FITK khususnya untuk benar-benar meningkatkan kapabilitas calon guru, terutama di bidang baca tulis Alquran.

“Kemampuan BTQ ini menjadi syarat mutlak untuk dipenuhi oleh semua lembaga pendidikan, terlebih dunia pendidikan tinggi. Sebab, kita tidak akan mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik, manakala kita sendiri belum memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami kitab sucinya,” ungkap Dekan.

Ketua Prodi PAI FITK UIN Jakarta, Suwendi, menuturkan, meski pihaknya sadar bahwa kompetensi BTQ seharusnya diselesaikan di tingkat pendidikan dasar dan menengah, namun faktanya saat ini mereka adalah mahasiswa UIN Jakarta sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya.

“Tentu, ini menjadi beban ganda bagi Prodi, yakni menyelesaikan tuntutan akademik tingkat sarjana dan sekaligus menuntaskan kompetensi BTQ yang belum diselesaikan pada jenjang pendidikan sebelumnya,” ujarnya.

Suwendi menyebutkan, di lingkungan Prodi PAI FITK UIN Jakarta telah dilakukan berbagai langkah. Di antaranya pembentukan unit kerja bernama Unit Sertifikasi Tahsin dan Tahfizh Alquran/Hadits disingkat USTAD yang dikukuhkan melalui Keputusan Dekan FITK. Unit ini di samping untuk melakukan pendampingan program penuntasan BTQ untuk di internal mahasiswa Prodi PAI, juga memberikan layanan kepada lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan lembaga lainnya dalam penguatan BTQ.

Selain itu, telah disusun Buku “Panduan Praktis Membaca, Menulis, dan Tahfizh Alquran” sebanyak 3 jilid yang dapat digunakan untuk mahasiswa perguruan tinggi dan siswa sekolah.

“Alhamdulillah, Prodi PAI telah melakukan Training of Trainner (ToT) dan akan terus melakukan berbagai upaya lainnya, termasuk pelatihan penggunaan buku dan penguatan BTQ,” sebutnya.

Suwendi menambahkan, dalam periode awal semester genap 2025/2026, Prodi PAI sedang melakukan pemetaan kemampuan BTQ dan praktik ibadah kepada semua mahasiswa aktif.

“Kami benar-benar ingin mengetahui bagaimana tingkat kemampuan mahasiswa kami secara faktual. Selanjutnya, insyaAllah, melalui berbagai program pascalebaran, prodi PAI akan mendampingi dan menuntaskan kemampuan ini sehingga diharapkan tidak ada calon wisudawan yang tidak mampu BTQ dan praktik ibadah dengan baik,” pungkas Suwendi. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *