Mental Health Class Gada Membaca bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis

WhatsApp Image 2026 07 01 at 13.07.12 1
Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan Mental Health Class Komunitas Gada Membaca bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis, pada Rabu, 1 Juli 2026, (Foto: Dok. Komunitas Gada Membaca).

ZONALITERASI.ID – Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan Mental Health Class Komunitas Gada Membaca bersama Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis, di Komunitas Gada Membaca, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan pelajar SMP, SMA, mahasiswa, guru dan masyarakat umum dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Relawan Komunitas Gada Membaca, Ghalib Anugrah, dalam sambutannya, mengatakan, melalui kegiatan Mental Health Class pada masa libur sekolah ini, Komunitas Gada Membaca ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk belajar memahami diri, mengelola pikiran, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental,” kata Ghalib.

Dia menyebutkan, kegiatan Mental Health Class terdiri atas tiga pertemuan. Pada pertemuan pertama, Rabu, 1 Juli 2026, mengusung tema “Mengenal Diri (Aku Siapa dan Mau ke Mana?)”, sebagai langkah awal untuk memahami diri sendiri.

Selanjutnya, pada Kamis, 2 Juli 2026, peserta akan mengikuti sesi “Berdamai dengan Isi Pikiranku”, yang akan dipadukan dengan kegiatan art therapy. Pada pertemuan kali ini, seluruh peserta diingatkan agar membawa alat gambar atau melukis.

Kemudian, pada Sabtu, 4 Juli 2026, rangkaian kegiatan ditutup dengan tema “Know Your Limits (Belajar Berkata ‘Tidak’ dan Memiliki Batasan yang Sehat)”, sebagai bekal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada Kak Asri Nasrilah Alam, M.Psi., Psikolog dari Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis yang telah berkenan berbagi ilmu, pengalaman, dan semangat kepada anggota Komunitas Gada Membaca. Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil untuk terus menumbuhkan kesadaran dalam merawat diri dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung,” ujarnya.

“Selain menjadi rangkaian kelas kesehatan mental, kegiatan ini juga menjadi awal dari kolaborasi antara Komunitas Gada Membaca dengan Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis. Ke depannya, Komunitas Gada Membaca akan menghadirkan layanan tes minat bakat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa yang sedang merencanakan pendidikan maupun karier,” tambah Ghalib.

Memahami Perkembangan Kepribadian

Direktur Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis, Ilyas Rohili, menuturkan, pendampingan psikologis berperan penting dalam memahami perkembangan kepribadian dan kondisi mental seseorang. Namun, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik itu hakikatnya ada dalam kekuatan literasi dan juga membutuhkan lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Komunitas Gada Membaca menjadi langkah strategis untuk menggabungkan pendekatan psikologi dan gerakan literasi.

“Dengan hadirnya layanan tes minat bakat di Komunitas Gada Membaca, diharapkan mampu membentuk generasi muda Ciamis yang sehat mental, memiliki keahlian, kritis, berwawasan luas, dan memiliki cara pandang hidup yang lebih berkualitas,” ucapnya.

Ilyas pun memberikan dukungan nyata bagi anggota Komunitas Gada Membaca yang rajin dan aktif mengikuti kegiatan di Komunitas Gada Membaca.

“Biro Psikologi Sahabat Proses Ciamis akan memberikan kesempatan memperoleh layanan tes minat bakat secara gratis untuk anggota Komunitas Gada Membaca. Ini sebagai bentuk apresiasi dari kami,” kata Ilyas.

Sementara narasumber kegiatan Asri Nasrilah Alam, M.Psi. Psikologi, lulusan S2 Psikologi Profesi Bidang Pendidikan, Universitas Gajah Mada, mengatakan, banyak anak muda yang saat ini belum mengenali dirinya sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, bahkan ada yang baru menyadarinya setelah dewasa. Padahal, proses mengenali diri ini sebaiknya dimulai sedini mungkin sejak masa kanak-kanak, baik melalui lingkungan sekolah, pengalaman hidup, maupun dengan merefleksikan berbagai hal yang dicoba setiap harinya.

Dengan melakukan refleksi diri secara rutin, seseorang dapat lebih memahami batasan dan tujuan hidupnya sehingga kehidupan sehari-hari menjadi lebih terarah dan terorganisasi. Selain itu, pengenalan diri yang baik juga berfungsi sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mental agar terhindar dari stres serta overthinking.

“Bagi masyarakat, khususnya warga Ciamis, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pengenalan diri ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berpikiran lebih maju demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Salah satu peserta kegiatan, Desi Nurfadilah (18), asal Desa/Kecamatan Cipaku, Ciamis, mengatakan, untuk acara hari pertama ini sangat luar biasa dan esensial banget.

“Tema ‘Mengenal Diri: Aku Siapa dan Mau ke Mana?’ itu jadi refleksi yang sangat dalam, terutama bagi saya yang baru saja lulus SMK dan punya mimpi untuk bisa kuliah di PTN jurusan psikologi. Saya menilai acara ini berhasil membuka kesadaran saya bahwa sebelum kita melangkah untuk memahami dan membantu orang lain, kita harus benar-benar tahu arah dan tujuan hidup kita sendiri,” terangnya. (Gusmun, relawan Komunitas Gada Membaca)***