BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset Baru

1752719754 29885249
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset baru, Rabu, 16 Juli 2025. Pengukuhan profesor ini berlangsung dalam upacara pengukuhan terbuka yang berlangsung di Auditorium B.J. Habibie, Jakarta, (Foto: Dok. BRIN).

ZONALITERASI.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset baru, pada Rabu, 16 Juli 2025. Pengukuhan profesor riset ini berlangsung dalam upacara pengukuhan terbuka yang berlangsung di Auditorium B.J. Habibie, Jakarta.

Adapun lima profesor riset yang dikukuhkan yaitu:

1. Arivin Rivaie dari Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (kesuburan tanah dan nutrisi tanaman);

2. Djunijanti Peggie dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (biosistematika dan konservasi kupu-kupu);

3. Woro Riyadina dari Organisasi Riset Kesehatan (epidemiologi penyakit tidak menular);

4. Parwati dari Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (teknik ekstraksi informasi geobiofisik lingkungan terestrial);

5. Aris Mukimin dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (teknologi elektrokimia).

“Seluruh profesor yang dikukuhkan adalah Peneliti Ahli Utama BRIN yang telah menunjukkan rekam jejak kontribusi riset yang signifikan dan berdampak luas,” kata Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, saat pengukuhan, dilansir dari laman BRIN, Jumat, 18 Juli 2025.

Amarulla mengungkapkan, gelar profesor riset bukan sekadar prestise, tetapi merupakan bentuk penghargaan negara atas pencapaian, ketekunan, dan keahlian mendalam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Profesor riset adalah bentuk pengakuan atas kapasitas intelektual dan dedikasi penuh para Peneliti dan Perekayasa Ahli Utama. Mereka adalah pilar penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul dan kolaboratif,” ujarnya.

Amarulla menekankan bahwa keberadaan profesor di lembaga riset mencerminkan kematangan suatu bangsa dalam memanfaatkan iptek untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin berkembang jumlah profesor riset, semakin kokoh pondasi keilmuan bangsa kita. Mereka tidak hanya menginspirasi generasi muda periset, tapi juga menjadi aktor kunci dalam kerja sama strategis lintas negara,” tambahnya.

Amarulla juga menyampaikan pentingnya membuka akses yang setara bagi perekayasa untuk menapaki jenjang profesor riset, mengingat besarnya peran mereka dalam pengembangan teknologi.

“Kami berharap ke depan para perekayasa yang telah mencapai tingkat ahli utama juga dapat melalui proses pengukuhan. BRIN menempatkan mereka sejajar dengan peneliti dalam mendukung transformasi iptek nasional,” katanya. (haf)***