ZONALITERASI.ID – Persib memenuhi targetnya meraih kemenangan dengan menundukkan Semen Padang FC 2-0 pada pertandingan pekan ke-26 Super League 2025/2026, di Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu, 5 April 2026. Gol Persib dicetak melalui sontekan Ramon “Tanque” De Andrade Souza menit 32 dan 69. Ini menjadi pertandingan nirbobol ke-16 untuk Teja Paku Alam.
Berkat kemenangan itu, Persib menjaga jarak aman di puncak klasemen dengan mengumpulkan nilai 61 dari 26 pertandingan. Maung Bandung masih unggul empat poin dari Borneo FC.
Dalam pertandingan ini, pelatih Bojan Hodak menurunkan komposisi starter Teja Paku Alam (PG); Eliano Reijnders, Julio Cesar, Kakang Rudianto, Federico Barba; Marc Klok (c), Thom Haye; Beckham Putra Nugraha, Adam Alis, Rosembergne “Berguinho” da Silva; Ramon “Tanque” De Andrade Souza.
Setelah unggul 1-0 di babak pertama melalui Ramon Tanque, Persib mencoba mempertahankan kendali permainan di babak kedua dengan komposisi pemain yang belum berubah di tengah guyuran hujan yang membasahi stadion. Pada menit 51, Persib memberikan ancaman pembuka melalui akselerasi Haye yang sayangnya belum membuahkan hasil.
Pada menit 52, sontekan Ramon Tanque memanfaatkan sodoran bola Haye masih bisa digagalkan kiper Semen Padang, Rendy Oscario.
Tak ada gebrakan berarti hingga menit 60, Hodak melakukan pergantian pada menit 64 dengan memasukkan Uilliam Barros dan Sergio Guaycochea yang menggantikan Adam Alis dan Beckham Putra Nugraha.
Belum semenit bermain, Lucho, sapaan Guaycochea langsung mengancam. Sayang, tendangan kaki kirinya masih menyamping di sisi kanan gawang Semen Padang. Pada menit 68, giliran Barros yang punya peluang, namun hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Pada menit 69, Persib akhirnya bisa menggandakan keunggulan melalui tandukan Ramon Tanque yang kali ini memanfaatkan umpan Haye dari sisi kiri pertahanan Semen Padang.
Unggul 2-0, Pangeran Biru kembali melakukan pergantian pemain pada menit 72. Ramon Tanque dan Berguinho ditarik keluar lapangan untuk digantikan Sergio Castel dan Saddil Ramdani. Di tengah hujan yang belum reda, Persib masih mencoba mempertahankan kendali permainan.
Pada menit 80, Julio Cesar harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera. Namun, bek asal Brasil itu bisa melanjutkan permainan.
Haye kembali mendapatkan kesempatan membobol gawang Semen Padang. Namun, tendangannya kembali menyamping. Beberapa saat kemudian, Haye ditarik keluar lapangan digantikan Layvin Kurzawa menit 85.
Pada menit 88, Barros kembali mendapatkan peluang. Namun, sontekannya ke gawang Semen Padang masih melambung.
Di ujung laga, Teja masih mampu melakukan penyelamatan gemilang dalam sebuah kemelut di depan gawangnya. Hingga laga berakhir, Persib mempertahankan keunggulan 2-0.
Pertandingan yang Sulit
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui timnya sempat kesulitan menghadapi tekanan Semen Padang FC. Namun, kerja keras timnya akhirnya berbuah manis setelah mengamankan kemenangan 2-0 melalui dwigol Ramon “Tanque” De Andrade Souza menit 32 dan 69.
Bojan mengatakan, 30 menit awal pertandingan merupakan fase tersulit bagi anak asuhnya. Adaptasi terhadap cuaca panas dan lembap di Padang, serta tekanan tinggi yang diperagakan pemain tuan rumah, membuat Persib tidak bisa langsung mendominasi permainan.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Di 20 sampai 30 menit pertama mereka masuk ke pertandingan dengan lebih baik. Setelah itu perlahan kami mulai bisa mengontrol,” ujar Hodak, dikutip dari laman resmi Persib, Senin, 6 April 2026.
Pelatih asal Kroasia tersebut menilai, gol pertama menjadi titik balik yang memberikan ruang bagi Maung Bandung untuk lebih tenang. Setelah unggul, ia melihat lawan mulai bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan yang kemudian dimanfaatkan timnya melalui skema serangan balik.
“Di babak kedua, sebagian besar kami mengontrol permainan. Saya tidak melihat banyak peluang bagi mereka. Kami mencetak satu gol lagi dan memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol,” lanjutnya.
Meski menang, Bojan memberikan catatan mengenai performa timnya yang dirasa belum mencapai level terbaik setiap kali mengawali laga setelah masa jeda. Dia berharap performa Marc Klok dan kawan-kawan akan terus meningkat pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
“Entah kenapa, setiap pertandingan pertama setelah break, kami belum berada di level terbaik. Jadi saya harap untuk laga berikutnya kami akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Kemenangan ini membuat posisi PERSIB mengumpulkan nilai 61, tetap unggul empat poin dari Borneo FC.
Gelandang Persib, Beckham Putra Nugraha, bersyukur timnya bisa meraih poin penuh dari Semen Padang FC. Pemain bernomor punggung 7 ini menyebut, kemenangan 2-0 tersebut tidak diraih dengan mudah, apalagi saat kondisi cuaca yang ekstrem.
Beckham menyoroti perjuangan keras rekan-rekannya dalam menjaga fokus di tengah guyuran hujan lebat yang menyelimuti stadion sepanjang pertandingan. Menurutnya, kondisi lapangan yang licin menjadi tantangan tersendiri.
“Alhamdulillah kita bisa menghasilkan tiga poin. Tentunya dengan hujan yang sangat lebat juga tidak mudah bagi pemain untuk mengontrol pertandingan,” ujar Beckham.
Pemain yang akrab disapa Etam ini juga memberikan apresiasi terhadap perlawanan yang diberikan tuan rumah. Dia menilai, Semen Padang FC tampil sangat gigih demi keluar dari zona sulit. Namun, kedisiplinan pemain Persib menjadi pembeda di lapangan.
“Apa yang dibilang Coach benar, tidak mudah main di Padang karena mereka juga berjuang untuk menang lawan kita. Tapi kami hanya fokus di pertandingan dan mencoba memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Mengenai persaingan di papan atas klasemen, Beckham menegaskan enggan memikirkan hasil tim lain. Baginya, setiap laga yang tersisa di musim ini adalah partai final yang harus dimenangkan untuk memastikan gelar juara tetap berada dalam jangkauan.
“Kita harus fokus kepada tim kita sendiri, tidak usah memikirkan tim lain. Jika kita terus menang, tentunya kita akan semakin jauh dengan pesaing lainnya. Ini modal bagus untuk sisa laga musim ini,” imbuh Beckham. ***











