ZONALITERASI.ID – Keberadaan Kantor Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis membuat banyak orang takjub. Sejak viral di media sosial pada awal 2024, rasa penasaran orang terhadap bangunan mentereng di desa yang berjarak sekitar 35 km dari pusat kota Ciamis ini tak pernah surut.
Ya, wajar jika orang begitu antusias ingin mengetahui Kantor Desa Rancah. Desain bangunan yang berdiri di tanah seluas 1000 meter persegi ini tak ubahnya istana megah. Bangunan dengan arsitektur yang disebut-sebut bergaya Eropa ini terlihat unik, menarik, dan kharismatik.
Bagian ekseterior kantor Desa Rancah tampak gagah dengan sejumlah pilar yang menjulang tinggi bercat putih serta kelir emas pada bagian atas. Bangunan ini juga memiliki balkon. Begitu juga dengan gerbangnya yang dibuat megah dengan cat serupa.
Sedangkan bagian interior atau dalam, terdapat sejumlah ruangan nuansa warna merah, seperti sofa dan gorden. Ditambah memiliki toilet luas dan dapur yang cukup megah dan bersih.
Selain ada fasilitas aula utama dan ruang pelayanan, di kantor desa ini juga ada ruang staf, perangkat desa, ruang rapat, ruang BPD, ruang kepala desa, karang taruna, PKK, MUI, LPM, Bumdes, dan Poskesdes.
Tak hanya itu, fasilitas tempat ibadah juga disediakan khusus di sisi kanan gedung utama.
Dana Rp1 Miliar Lebih
Menurut Kepala Desa Rancah, Dedi Hidayat, kantor desa tersebut dibangun sejak 2020 oleh kepemimpinan kades sebelumnya, Aman, yang mengundurkan diri karena menjadi caleg DPRD Kabupaten Ciamis. Adapun dana untuk membangun kantor desa ini bersumber dari APB Desa, pendapatan asli desa, dan dana aspirasi.
“Pembangunan Kantor Desa Rancah menghabiskan dana Rp 1 miliar lebih. Awalnya, dana pembangunan berasal dari kepala desa terdahulu. Dana bertambah setelah ada izin penggunaan anggaran pembangunan menggunakan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berasal dari sewa kios Pasar Desa Rancah dan bantuan lainnya,” sebut Dedi yang dilantik sebagai Kepala Desa Rancah pada November 2023, baru-baru ini.
“Pasar Desa Rancah dengan jumlah kios 603 unit, memberikan kontribusi besar pada pembangunan kantor desa ini. Penghasilan total yang didapat dari kios-kios itu mencapai Rp1,8 miliar. Dengan dipungut per tiga tahun sekali,” sambungnya.
Meski terlihat mewah dan tak seperti gedung pemerintahan, masyarakat bisa memanfaatkan gedung ini untuk aktivitas bersama-sama dan sangat terbuka.
“Kantor desa ini bukan hanya milik pegawai desa saja, melainkan milik masyarakat Desa Rancah semuanya, jadi tempat ini sangat terbuka untuk semuanya dan bisa digunakan juga oleh masyarakat,” imbuh Dedi.
Berkah bagi Warga
Salah satu warga Desa Rancah, Sarpin (58), menuturkan, keberadaan kantor desa yang begitu megah memberi berkah bagi warga.
Kata dia, viralnya kantor desa di media sosial membuat minat untuk mengunjungi Desa Rancah semakin besar. Hingga saat ini, hampir tiap hari, selalu ada pengunjung yang datang sengaja untuk melihat langsung kemegahan bangunan ini.
“Pengunjung yang datang sengaja untuk melihat megahnya bangunan Kantor Desa Rancah datang dari berbagai daerah. Tak hanya berasal dari daerah seputar Jawa Barat, bahkan orang yang penasaran ingin melihat kantor desa ini datang dari Jakarta hingga luar Jawa,” ucapnya.
“Bagaimanapun kondisi ini membuat nama Rancah semakin terkenal. Prestise daerah pun makin meningkat. Bahkan, dari sisi ekonomi, kedatangan pengunjung dari luar daerah ke Desa Rancah semakin menggerakkan roda perekonomian. Contohnya, pedagang kuliner dan makanan khas daerah kami, seperti saroja Rancah, makin diburu orang,” tambah Sarpin. (des)***











