ZONALITERASI.ID – Kementerian Agama (Kemenag) membuka jalur strategis bagi santri melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) skema akselerasi. Pendaftaran program dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026.
Skema program BIB memungkinkan peserta menempuh pendidikan sarjana hingga magister dalam waktu lebih singkat.
Beasiswa Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) ini menjadi skema akselerasi pertama yang dibuka dalam BIB 2026. Melalui program tersebut, santri berkesempatan meraih gelar magister hanya dalam empat tahun atau 48 bulan masa studi.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori mengatakan, skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul dari lingkungan pesantren.
“Program ini membuka ruang baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi. Dalam empat tahun, peserta dapat menyelesaikan jenjang sarjana sekaligus magister,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, dikutip dari laman Kemenag.
Menurutnya, program akselerasi ini menjadi bentuk afirmasi sekaligus penguatan akses pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada tahun pertama pelaksanaan, peserta yang lolos akan menempuh studi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab, mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, menjelaskan, program BIB diprioritaskan untuk lulusan pesantren yang berada dalam binaan Kemenag dan memenuhi persyaratan administratif maupun akademik.
“Kategori santri dalam program ini mencakup lulusan pondok pesantren terdaftar yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), termasuk lulusan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, PKPPS, hingga MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren,” sebutnya.
Adapun persyaratan utama meliputi Warga Negara Indonesia, usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran, lulusan tiga tahun terakhir (2024–2026), serta tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan sarjana.
Peserta juga diwajibkan terdaftar dalam sistem Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, melampirkan rekomendasi dari pesantren asal, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, rencana kontribusi pascastudi, hingga sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500.
Selain menjadi jalur strategis bagi santri yang masih menunggu hasil UTBK-SNBT, program ini juga menawarkan jalur percepatan studi yang lebih efisien dengan orientasi akademik yang terstruktur.
Informasi lengkap terkait Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Agama di http://beasiswa.kemenag.go.id . Sementara pendaftaran dilakukan melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id . (des)***











