ZONALITERASI.ID – Ketika banyak dosen membicarakan dari mana sumber penambahan penghasilannya, mungkin itu sudah lumrah dirasakan oleh semua civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Namun, apakah banyak juga yang berpikir bahwa modal untuk menghasilkan penghasilan tambahan ada di depan kita.
Ya, itulah lahan kosong yang dimiliki Kampus UPI Cibiru. Bahkan, bukan hanya lahan kosong namun lorong dan pinggir selokan pun disulap jadi lahan produktif untuk bercocok tanam sayuran dan palawija. Kampus UPI Cibiru tidak kalah kreatif dengan program studi bisnis digital kreatif, namun dengan ide pemikiran kreatif dari para staf dan karyawan, justru di Cibiru mendatangkan rizki yang halal dan waktu panen yang terus-menerus.
Komoditas perkebunan yang baru-baru ini telah panen di antaranya terong dan cabe. Lalu, untuk masa panen saat ini yaitu mentimun dan bawang daun.
Gunakan Sampah Galon Minuman Mineral
Media media tanam yang digunakan dalam program ini berupa sampah galon minuman mineral yang dikumpulkan satu persatu hingga jumlahnya ratusan.
Kemudian, media tanam pengganti tanahnya adalah dari hasil pengolahan sampah yang berada di halaman belakang kampus. Sampah-sampah diolah dan hasilnya menjadi pupuk yang luar biasa.
Selanjutnya, media tanam bekas galon air mineral dipotong dua dan bagian atasnya diberi tanam. Adapun untuk bagian bawahnya dibiarkan untuk infiltrasi serapan air ketika tanah pada bagian atasnya disiram air.
Dengan media tanam galon ini maka biji tanaman sayuran disemaikan. Dalam kurun waktu 1 bulan pohon tanaman palawija ini sudah mulai tumbuh besar.
Libatkan Dosen dan Mahasiswa
Direktur Kampus UPI Cibiru, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom., MCE, mengatakan, program yang melibatkan para dosen dan mahasiswa ini bisa terealisasi karena semangat dan manajerial di lingkungan Kampus UPI Cibiru.
“Tentunya, proses pengolahan ini dilakukan dengan terjadwal dan sistematis tata penanganannya. Setelah 2-3 bulan maka kami dapat melakukan panen untuk beberapa hasil tanam di perkebunan trotoar dan pinggir selokan ini. Hasilnya kami kelola sendiri untuk menjaga keseimbangan dan tata kelola perkebunan Kampus UPI Cibiru. Untuk program berikutnya kami telah menyicil menanam pohon buah durian yang dibawa dari Brebes,” kata Prof. Deni.
Prof. Deni berharap, sambil menunggu panen raya durian, secara rutin dalam satu tahun ke depan masih tetap dapat memanen tanaman sayuran di perkebunan trotoar-selokan secara produktif.
“Dari hasil panen ini, kami pasarkan ke beberapa pedagang sayuran di sekitar Pasar Tumpah GBLA. Semoga lama kelamaan kami bisa berkembang dan bisa menabung untuk kesejahteraan civitas akademika UPI Kampus Cibiru,” ujarnya.
“Lebih jauh lagi sumber penghasilan tambahan untuk para staf dan karyawan UPI Kampus Cibiru tidak terlalu sulit ke depan. Di sisi lain juga diharapkan mampu mengedukasi manajemen perkebunan yang berhasil guna dengan komoditas ekonomi perkebunan dan pertanian yang Produktif,” pungkas Prof. Deni. ***











