ZONALITERASI.ID – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (FPMIPA UPI) meraih Silver Award pada International Invention and Innovative Competition (InIIC Series 2/2021).
Tim Mahasiswa Prodi FPMIPA UPI terdiri dari Sherlin Illene, Muhammad Hafizh Muliakoswara, Shandi Gusti Pramadina, Aldi Muhammad Lukman, dan Nabilla Ramadhanieza. Mereka menjadi peserta InIIC Series 2/2021 pada kategori Higher Institution Students (Science, Engineering, & Technology).
Tim yang dibimbing dosen Prodi Fisika FPMIPA UPI, Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si. ini mempresentasikan karya dengan judul ‘One Tap to Figure the 21st Century Skills of Senior High School Students Based on Experiment Activities in Temperature and Heat Topic’. Presentasi dilakukan secara jarak jauh melalui video.
Adapun karya inovasi yang mereka usung bertajuk ‘4C DiPo (Digital Pocket)’. 4C DiPo merupakan media pembelajaran berbasis teknologi berupa pengembangan tes standar menggunakan aplikasi Android untuk mengukur keterampilan abad-21 (4C) berbasis kegiatan eksperimen untuk siswa sekolah menengah atas.
Pengembangan inovasi ini dilakukan mahasiswa untuk membantu para pendidik yang membutuhkan alat yang cepat, mudah, dan praktis untuk menganalisis keterampilan abad ke-21 siswa.
Diketahui, Kompetisi InIIC Series 2 merupakan ajang kompetisi tingkat internasional yang diperuntukkan bagi siswa, mahasiswa, dan kalangan profesional seluruh dunia untuk menggunakan kreativitas mereka.
Peserta kompetisi ini bebas menciptakan solusi yang inovatif dan unik, baik individu ataupun dalam tim. Kompetisi ini dilakukan secara daring dan pengumuman hasil kompetisi dilakukan melalui laman resmi InIIC Series 2.
Apresiasi
Ketua Prodi Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI, Dr. Achmad Samsudin, M. Pd., mengatakan, ia sangat mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa.
“4C DiPo atau 4C Digital Pocket sangat berguna terutama bagi SMP dan SMA pada mata pelajaran fisika dalam melakukan aktivitas laboratorium virtual pada ekperimen suhu dan kalor. Semoga penelitian yang dilakukan mahasiswa ini dapat berhasil di ajang InIIC 2021. Good luck, bravo!” tandasnya.
Tanggapan positif juga disampaikan guru fisika di salah satu SMA di Kota Bandung, Hj. Elly Cholisoh, S. Pd..
Menurutnya, setelah melihat dan mencoba aplikasi ini, ia sangat terkesan dan kagum dengan pembuatan teknologi baru dari tim ini. Percobaan yang dibuat sangat mudah dipahami dan digunakan dengan alat yang mudah tersedia.
“Teknologi memang berkembang sangat cepat. Jadi saya merasa bahwa aplikasi ini pasti dapat diterapkan untuk memperkuat materi dengan percobaan dan penilaian di sekolah menengah lebih dahulu, sudah ada solusi di dalamnya untuk setiap item pertanyaan yang dapat membuat pengguna memahami makna keterampilan abad-21. Di masa depan, saya berharap akan lebih banyak materi fisika yang dibuat tim ini dalam aplikasi,” ujarnya.
Sementara Abqoriyyatin Ilmi, siswa SMA di Kota Bandung, menyambut antusias karya inovatif ini.
Ia menuturkan, aplikasi ini sangat berguna, terutama untuk memahami dan mengeksplor konsep-konsep fisika.
“Selama pandemi, kita tidak bisa praktikum di laboratorium sehingga kita hanya mempelajari teori yang disampaikan oleh guru. Pertanyaan yang diberikan juga sangat menantang. Ada solusi yang membantu kita belajar lebih baik. Pokoknya, itu sangat lengkap dan keren,” terangnya. (des)***





