Ngumpul Ceria Alumni Diksatrasia S1 ’90 IKIP Bandung

DSC00520 scaled
Alumni angkatan 1990 jenjang S1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksatrasia) FPBS IKIP Bandung (kini UPI) berkumpul di Alam Wisata Cimahi (AWC), kawasan Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu, 25 Juni 2023, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Hari Minggu, 25 Juni 2023, menjadi momen berkesan bagi alumni angkatan 1990 jenjang S1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksatrasia) FPBS IKIP Bandung (kini UPI). Setelah hampir 28 tahun tidak bertemu, alumni yang kini melanglang di berbagai kawasan baik di Indonesia maupun mancanegara, berkumpul di Alam Wisata Cimahi (AWC), kawasan Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Momen langka bertajuk “Pertemuan Kecil Diksatrasia S1 ’90” ini tak ingin dilewatkan begitu saja oleh alumni. Saat waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB, alumni mulai berdatangan ke AWC. Sebagian besar alumni yang kini menjalani profesi sebagai guru, dengan mimik muka ceria menampakkan penampilannya. Rasa kangen langsung terobati setelah bersua kawan lama masa kuliah dulu. Tak ayal, capaka-cipiki, hahah-hihih, dan senda gurau pun muncul. Semuanya serasa kembali ke awal tahun ’90-an.

Memang semuanya kini telah berubah. Saat masa kuliah di Bumi Siliwangi dulu, umur masih belasan tahun hingga dua puluhan tahun. Kini, semua alumni memasuki usia kepala lima. Namun, itu tak masalah. Pertemuan yang hangat ini justru menjadi ajang tetirah ke masa lalu. Masa-masa bahagia menjadi anak kampus, menjadi masa yang indah untuk dikenang.

Begitulah ceriteranya. Alumni menjadikan momen ini untuk bernostalgia saat-saat menempuh studi di kampus yang berlokasi di kawasan Bandung utara. Diselingi berkaraoke ria, alumni hanyut dengan ceritera masa lalu. Ada ceritera cinta, kuliah yang ogah-ogahan, hingga masa-masa menjalani anak kossan yang penuh romantika. Semua obrolan yang campur baur itu makin ngejos karena ditemani selingan beragam suguhan cemilan dan makanan berat yang sungguh maknyus.

 

Menyikapi pertemuan nan indah ini, Ketua Angkatan ’90, Katubi, mengungkapkan, dirinya sangat bahagia bisa datang ke acara ini.

“Di antara kesibukan rutin, kita menyempatkan waktu untuk berkumpul. Ini adalah pertemuan langka. Ada di antara teman-teman yang baru bertemu kembali setelah 28 tahun berpisah. Marilah kita rayakan momen ini dengan kebahagiaan,” tutur pria yang biasa disapa Mas Obing ini.

Menurut alumni yang kini merantau di Jakarta ini, berkumpul dan bercanda dengan kawan lama, menjadi resep berharga untuk awet muda.

“Biasanya, hari-hari sibuk dengan pekerjaan. Sekali-kali refreshing, membuat jiwa dan pikiran jadi segar,” ucap Mas Obing sembari tersenyum.

Pernyataan senada disampaikan Cecep Wahyu Hoerudin, alumni yang kini tinggal di Bandung. Cecep menuturkan, ngumpul bareng setelah puluhan tahun tak bertemu begitu istimewa. Menurutnya, ia sangat menikmati momen langka ini.

“Usia kita memang bertambah. Namun, saat berkumpul dengan kawan-kawan lama, perasaan serasa muda kembali. Pokoknya pikiran bablas. Full senyum …,” ucapnya.

Deden Abdul Aziz, alumni yang kini tinggal di Cianjur, mengamini pernyataan Cecep. Kata Deden, reuni adalah ajang untuk kangen-kangenan.

“Menua adalah sunatulloh. Berkumpul dan bersilaturahmi dengan kawan lama adalah ajang untuk memelihara jiwa kita agar tetap muda,” ucapnya.

Sementara alumni yang kini tinggal di Banjaran Kabupaten Bandung, Detin Riani Dewi, menyikapi pertemuan ini sebagai wahana untuk terus merekatkan tali silaturahmi.

“Hari ini saya bertemu dengan kawan-kawan yang hebat. Puluhan tahun tak bertemu namun kita tetap satu almamater, alumni IKIP Bandung tercinta,” ujarnya.

Tak ketinggalan Wan Noor Hafizah binti Hamid, alumni asal Malaysia, menunjukkan kebahagiaannya bertemu dengan kawan-kawan semasa kuliah di Jurusan Diksatrasia. Menurut Cik Gu, sapaan Wan, sejak lama ia merindukan momen seperti ini.

“Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu dengan satu dua kawan. Namun, untuk ngumpul bareng-bareng seperti ini, baru kali ini. Saya sangat menikmati pertemuan ini,” tuturnya.

Ya pertemuan berharga ini menjadi pelecut menapaki perjalanan yang lebih bermanfaat lagi. Seperti kata Asep Rudiana, alumni asal Garut, saat memimpin doa di akhir pertemuan, “Ya Alloh semoga pertemuan ini menjadi barokah bagi kami. Berilah kami kesehatan. Tuntunlah kami agar menjalani sisa hidup ini lebih bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan.”

Dan, setelah seharian berkumpul di AWC Cimahi, tepat pukul 16.00 WIB, “Pertemuan Kecil Diksatrasia S1 ’90”  berakhir. Satu per satu alumni kembali ke daerah asalnya masing-masing.  Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya. (dede suherlan)***

 

Respon (37)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *