ZONALITERASI.ID – Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) 2026 di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (IDX) Jawa Barat, Senin, 8 Juni 2026.
SPMS 2026 menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia Jawa Barat dan praktisi pasar modal. Materi disampaikan Deputi Kepala IDX Jawa Barat, Sri Herlinawati dan Gallery Manager KISI Bandung, Asep Muhammad, S.Pd..
Pembina GIS BEI FEBI UIN Bandung, Gina Sakinah, S.E.Sy., M.E., menjelaskan, SPMS menjadi salah satu program unggulan GIS dalam meningkatkan literasi dan kompetensi mahasiswa di bidang investasi syariah. ‘
“Para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai konsep dasar pasar modal syariah, instrumen investasi syariah, strategi investasi, hingga praktik pengelolaan portofolio sesuai prinsip syariah,” kata Gina, saat membuka kegiatan.
Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., menuturkan, pasar modal syariah merupakan instrumen penting dalam membangun kesadaran investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
“Alhamdulillah, hari ini kita mengikuti Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 dan Level 2. Acara ini adalah salah satu program unggulan Galeri Investasi Syariah kita. Kenapa pasar modal syariah penting? Karena investasi bukan cuma soal cuan. Di pasar modal syariah, kita belajar menumbuhkan harta dengan cara yang halal, transparan, dan bebas dari unsur gharar, maysir, serta riba. Jadi selain cuan, keberkahan juga kita kejar,” ucapnya.
Untuk peserta Level 1 akan memperoleh pemahaman dasar mengenai investasi syariah, mulai dari pengenalan saham syariah, indeks saham syariah, hingga tata cara pembukaan rekening efek syariah.
Sementara peserta Level 2 mendapatkan materi yang lebih mendalam mengenai analisis fundamental, analisis teknikal, serta strategi penyusunan portofolio investasi syariah.
“Semua investor hebat memulai langkahnya dari nol. Karena itu jangan takut untuk belajar dan memulai investasi sejak dini. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan dan keterampilan di bidang pasar modal syariah,” tuturnya.
Mia mengapresiasi pengurus GIS, Bursa Efek Indonesia, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kehadiran Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) diharapkan dapat melahirkan generasi investor muda yang cerdas, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Investasi syariah bukan sekadar cuan, tetapi menjadi keberkahan. Semoga kegiatan ini melahirkan generasi investor muda yang mampu mengembangkan ekonomi syariah Indonesia,” paparnya.
Mia menambahkan, dengan terselenggaranya Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) 2026, GIS BEI FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi dan literasi investasi syariah di lingkungan perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mendorong lahirnya generasi muda yang melek investasi, cerdas finansial, serta berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional,” pungkasnya. (des)***











