ZONALITERASI.ID – Tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berada di peringkat 100 besar kampus di Indonesia versi uniRank 2026.
Dalam rilis Peringkat Universitas Indonesia 2026 oleh uniRank, ada tujuh Universitas Islam Negeri (UIN) yang masuk 100 besar dari 611 perguruan tinggi di Indonesia.
Pada pemeringkatan itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati ranking teratas PTKIN di peringkat nasional (ranking 36).
Selanjutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (48), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (50), UIN Sunan Ampel Surabaya (54), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (58), UIN Raden Intan Lampung (76), serta UIN Negeri Alauddin Makassar (ranking 78).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, mengungkapkan, capaian ini merupakan indikator penting dari meningkatnya visibilitas dan reputasi PTKIN di ruang digital global.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN, khususnya UIN, semakin kompetitif dan adaptif dalam merespons perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan masyarakat modern,” ujar Prof. Sahiron di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Prof. Sahiron, pemeringkatan oleh uniRank memiliki karakteristik tersendiri karena tidak berbasis pada data akademik yang dilaporkan kampus, melainkan pada indikator web yang objektif dan independen.
“uniRank menilai popularitas dan visibilitas perguruan tinggi berbasis data digital yang tidak dapat dimanipulasi. Ini menjadi refleksi penting bagi PTKIN untuk terus memperkuat kehadiran digital, tata kelola informasi, serta publikasi institusi,” jelasnya.
Sebagai informasi, uniRank melakukan pemeringkatan terhadap 611 perguruan tinggi di Indonesia dengan kriteria:
1. Memiliki izin resmi atau akreditasi dari otoritas pendidikan tinggi,
2. Menyelenggarakan program sarjana minimal tiga tahun atau program pascasarjana,
3. Menjalankan sistem pembelajaran tatap muka.
Prof. Sahiron menambahkan, capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh PTKIN untuk terus berbenah, tidak hanya dalam aspek digital, tetapi juga dalam peningkatan kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ke depan, PTKIN harus mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan transformasi digital agar tidak hanya unggul dalam visibilitas, tetapi juga dalam mutu dan kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya. (des)***











