ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda sebanyak 1.793 lulusan pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026, di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung, Minggu, 10 Mei 2026.
Lulusan yang diwisuda berasal dari program Doktor/S-3 (154 lulusan), Magister/S-2 (335), Sarjana/S-1 (1.292), dan program Diploma Empat (12 lulusan).
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) meluluskan 257 wisudawan, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) 228, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) 182, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) 153, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) 122, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) 177, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) 102, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) 78, serta Sekolah Pascasarjana sebanyak 92 wisudawan.
Kampus daerah UPI turut berkontribusi dalam pemerataan akses pendidikan tinggi dengan meluluskan 84 wisudawan dari Kampus UPI Cibiru, 57 dari Kampus UPI Sumedang, 93 dari Kampus UPI Purwakarta, 57 dari Kampus UPI Tasikmalaya, dan 111 wisudawan dari Kampus UPI Serang.
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan, proses penilaian lulusan di UPI tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan pengembangan soft skills mahasiswa.
“Mahasiswa UPI wajib mengikuti uji kompetensi pada akhir masa studi dan memiliki minimal dua sertifikat kompetensi, yaitu bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan memenuhi 100 poin kegiatan sebagai syarat mengikuti ujian,” ujar Prof. Didi, seusai wisuda.
Dia menjelaskan, indikator “100 Poin Kegiatan” diperoleh melalui berbagai aktivitas akademik dan non-akademik, seperti partisipasi dalam kompetisi ilmiah, seminar nasional dan internasional, publikasi ilmiah, prestasi olahraga, hingga kegiatan pengembangan diri lainnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi UPI dalam membentuk lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja.
“Yang kami bangun bukan hanya penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring, dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan harus siap berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun kewirausahaan,” tutur Prof. Didi.
Dalam pelaksanaan wisuda kali ini, UPI juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif melalui dukungan kepada mahasiswa penyandang disabilitas. Pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026, terdapat dua wisudawan disabilitas yang mengikuti prosesi wisuda dengan dukungan penerjemah khusus.
Kata Prof. Didi, UPI memiliki unit layanan mahasiswa disabilitas di bawah Direktorat Kemahasiswaan yang bekerja sama dengan bidang bimbingan konseling dan Departemen Pendidikan Khusus FIP. Dukungan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur aksesibilitas, petunjuk mobilitas, kebijakan akademik inklusif, serta jalur penerimaan khusus bagi mahasiswa disabilitas.
“Kami tidak membeda-bedakan kesempatan bagi mahasiswa. Infrastruktur, kebijakan, hingga layanan pendampingan terus kami siapkan agar mahasiswa disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara,” ucapnya.
Prof. Didi mengungkapkan, selain penguatan kualitas lulusan, UPI juga menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam pengembangan institusi. Dalam kegiatan wisuda ini hadir Ketua Ikatan Alumni UPI sekaligus Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia, Dr. Bakir Pasaman, yang memberikan motivasi kepada para lulusan mengenai pentingnya integritas, jejaring profesional, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja.
Menurut Prof. Didi, keterlibatan alumni menjadi bagian dari strategi penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional. Alumni diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan kurikulum, pembukaan jejaring kerja, serta penguatan ekosistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
“Secara institusional, strategi UPI ke depan diarahkan pada penguatan kompetensi multidisipliner, peningkatan sertifikasi mahasiswa, pengembangan pendidikan inklusif, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi UPI sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan profesional yang relevan dengan dinamika global,” terangnya. (des)***











