Wali Kota Bandung Minta Layanan SIM Keliling Hadir Langsung di Sekolah

1693146335
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri "Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026", di SMAN 22, Jalan Rajamantri Kulon No. 17A, Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengusulkan agar layanan SIM keliling dapat hadir langsung di sekolah-sekolah. Langkah ini akan memudahkan siswa untuk mendapat kelengkapan administrasi pengemudi kendaraan bermotor ini.

“Kepatuhan terhadap aturan administrasi seperti kepemilikan SIM dan kelengkapan kendaraan sangat penting. Aturan itu tak terkecuali berlaku bagi siswa yang sudah cukup umur untuk mendapatkan SIM (17 tahun),” kata Farhan saat menghadiri “Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026”, di SMAN 22, Jalan Rajamantri Kulon No. 17A, Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026.

Pada kesempatan itu Farhan juga menyoroti pentingnya pengendalian emosi saat berkendara, yang kerap menjadi faktor pemicu kecelakaan di jalan raya.

“Yang paling penting bukan kecepatan, tapi keselamatan. Dan itu dimulai dari kemampuan kita mengendalikan emosi saat di jalan,” tegasnya.

Role Model

Terkait penyelenggaraan “Launching Roadshow Honda Safety Generation 2026”, Farhan mendorong SMAN 22 Kota Bandung menjadi contoh atau role model bagi sekolah lain dalam membangun budaya tertib dan aman berkendara di kalangan pelajar.

“Edukasi safety riding yang diberikan secara langsung kepada siswa menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini. Saya sangat berharap siswa-siswa SMA 22 bisa menjadi panutan bagi seluruh pelajar di Kota Bandung untuk menjadi pengendara motor yang baik dan aman di jalan,” tuturnya.

Farhan mengapresiasi kegiatan edukasi yang menghadirkan praktik langsung di lingkungan sekolah.

Kata dia, pendekatan seperti ini efektif karena mampu menjangkau siswa yang sebagian besar mulai menggunakan sepeda motor untuk pertama kalinya.

“Pembelajaran tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus menyentuh aspek praktik, mulai dari penggunaan perlengkapan keselamatan hingga teknik berkendara yang benar. Edukasi seperti ini penting karena diberikan tanpa sekat. Anak-anak bisa langsung memahami bagaimana berkendara yang aman dan sesuai aturan,” ujarnya.

Farhan mendorong agar program serupa dapat diperluas ke sekolah lain di Kota Bandung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk industri otomotif dan media.

Dia menyebutkan, kolaborasi dengan PT Daya Adi Cipta Motor sebagai langkah positif yang perlu terus dikembangkan.

“Saya mendorong agar kegiatan ini bisa masuk ke sekolah-sekolah lain. SMAN 22 ini bisa jadi contoh bagaimana edukasi keselamatan berkendara dilakukan dengan baik,” ungkapnya. (des)**