ZONALITERASI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempunyai mimpi tinggi. Institusi negara ini, ingin menjadikan siswa asal Indonesia menjadi peraih penghargaan Nobel di masa depan.
“Melalui upaya memperkuat SMIT (Sistem Informasi Manajemen Talenta), diharapkan dapat meningkatkan peluang peserta didik asal Indonesia untuk menjadi peraih penghargaan Nobel di masa depan,” kata Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, saat Silaturahim Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 3 Februari 2026.
Menurut Biyanto, penguatan manajemen talenta murid itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang diberlakukan sejak 17 Desember 2025.
“Dalam Permendikdasmen terbaru ini, sistem manajemen talenta tidak lagi hanya mempertimbangkan prestasi murid pada bidang akademik, melainkan juga mengikutsertakan prestasi yang bersifat non akademik,” ujarnya.
Biyanto menyebutkan, pihaknya saat ini masih terus melakukan pendataan terkait berbagai prestasi yang bersifat non-akademik.
Ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang fokus pembinaannya dibagi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Kemendikdasmen.
“Beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita, pada saatnya nanti kita fasilitasi proses pembimbingannya,” kata Biyanto.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menambahkan, saat ini pembahasan terkait pembagian beberapa cabor tersebut masih dalam tahap transisi.
“Ini masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, tapi fokus pembinaan, karena sasarannya murid. Cabornya secara umum semua dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja anak-anak. Kemendikdasmen bisa mendukung,” kata Irene. (haf)***
Sumber: Antara











