UGM Buka Kuota 10.000 Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

7236
UGM membuka kuota sebanyak 10.000 bagi calon pendaftar mahasiswa baru pada program sarjana dan sarjana terapan pada tahun akademik 2026/2027, (Foto: UGM).

ZONALITERASI.ID – Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka kuota sebanyak 10.000 bagi calon pendaftar mahasiswa baru pada program sarjana dan sarjana terapan pada tahun akademik 2026/2027.

“Kalo total, calon mahasiswa baru yang diterima untuk program sarjana dan terapan sekitar 10 ribu mahasiswa,” kata Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom, dikutip dari laman UGM, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sigit menyebutkan, untuk jalur seleksi masuk UGM, dilakukan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBT), dan Seleksi Mandiri. Mengacu pada kuota tahun lalu, persentase kuota jumlah mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNBP sebesar 30%, lalu jalur SNBT 30%, dan Seleksi Mandiri sebesar 40%.

“Untuk pembagian persentase kuota ini masih dalam proses terkait permintaan data jumlah kuota di masing-masing jalur. Sementara UGM masih menggunakan kuota persentase tahun lalu,” ujarnya.

Kata Sigit, selain membuka jalur reguler, UGM juga membuka jalur seleksi dengan membuka pendaftaran untuk program International Undergraduate Program (IUP). Melalui jalur ini, UGM memberikan kuota sebanyak kurang lebih 1000 mahasiswa.

“Sekitar 1000 mahasiswa yang diterima lewat jalur IUP ini,” katanya.

Untuk gelombang pertama pendaftaran jalur IUP sudah dimulai sejak 20 Januari hingga berakhir 19 Februari 2026. Pada tahun ini, IUP UGM akan membuka 31 program studi.

Sigit menjelaskan, program IUP menjadi program unggulan dari UGM yang secara menyeluruh memiliki standar internasional. Dengan memiliki lingkungan berbasis internasional, program IUP bekerja sama dengan mitra-mitra internasional, baik di dalam proses pembelajarannya, atau ketika melakukan kegiatan international exposure, ataupun pada kerja sama riset yang dilakukan.

“Tentu saja ini memberikan lingkungan pembelajaran yang lebih global,” jelasnya.

Sigit menjelaskan, keunggulan program IUP terletak pada jumlah mahasiswa yang diterima hanya sedikit. Hal ini membuat interaksi dan diskusi di dalam kelas selama proses pembelajaran dapat lebih intens. Dengan begitu, kesempatan meningkatkan hard skill dan soft skill akan lebih terbuka.

Selain itu, dalam program IUP diwajibkan bagi setiap mahasiswa untuk mengikuti international exposure. Melalui program ini, mahasiswa telah disiapkan secara struktur untuk dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya yang berskala global.

“Artinya tidak sekadar karena ee delivery-nya ee bahasa Inggris saja, tetapi memang secara akademik dipersiapkan menjadi lebih spesifik,” jelas Sigit.

“Mekanisme dari proses seleksi program IUP UGM tentu berbeda dengan program reguler. Proses seleksi ini akan dilakukan secara luring di kampus UGM, baik gelombang 1, 2 dan 3. Untuk gelombang 2 sendiri akan dilaksanakan secara daring.”

“Para calon pendaftar program IUP UGM diwajibkan memiliki akun di laman admission.ugm.ac.id. Dalam laman tersebut, selain digunakan untuk melakukan pendaftaran, terdapat pula informasi yang lengkap seputar pendaftaran program IUP sekaligus persyaratan berkas yang harus dipersiapkan,” tambahnya.

Sigit menuturkan, setelah proses review administratif, akan dilakukan proses seleksi tes bahasa inggris, tes potensi akademik, seleksi wawancara, GMST, SJT, atau focus group discussion yang bergantung pada masing-masing fakultas.

Untuk Fakultas Teknik pada tahun ini proses seleksi IUP sama dengan fakultas lain, hanya saja perlu melampirkan bukti kemampuan bahasa inggris. Lampiran kemampuan bahasa inggris tersebut kemudian diseleksi, apakah telah memenuhi syarat atau belum dengan melihat jumlah skor dan kualifikasi penyelenggara tes tersebut.

“Bagi yang telah memenuhi syarat, maka dapat otomatis lolos dari seleksi kemampuan bahasa inggris dan tidak perlu melakukan tes lagi,” imbuh Sigit.

Sebagai informasi, pendaftaran program IUP UGM terdapat tiga gelombang. Pada gelombang pertama yang sedang berlangsung ini tersedia kuota mahasiswa yang lebih banyak dibandingkan dengan gelombang kedua dan ketiga.

“Saran kami bagi calon mahasiswa UGM yang memang merencanakan studinya untuk masuk ke jalur yang kelas IUP, maka prioritas mengambil gelombang pertama itu adalah prioritas yang lebih kami sarankan. Untuk detail per program studi dapat dibaca lebih lanjut pada laman admission.ugm.ac.id,” imbuh Sigit. (haf)***