ZONALITERASI.ID – Empat kampus di Kota Bandung meluncurkan kolaborasi strategis percepatan pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Subspesialis (Sp2), di Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur Bandung, Rabu, 18 Februari 2026.
Keempat kampus tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), dan Universitas Kristen Maranatha
Kolaborasi keempat kampus itu diharapkan menjadi solusi untuk menghadapi kekurangan dokter spesialis dan sub-spesialis yang signifikan.
Sebagai informasi, saat ini Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dan sub spesialis yang signifikan. Data nasional menunjukkan jumlah dokter spesialis baru berjumlah sekitar 47–55 ribu orang dari total dokter yang terdaftar, dengan rasio sekitar 0,17–0,21 dokter spesialis per 1.000 penduduk. Itu jauh di bawah rasio ideal yang diproyeksikan sekitar 0,28 per 1.000 penduduk sesuai target standar pelayanan kesehatan nasional.
Hal ini berarti negara masih kekurangan sekitar sekitar 25.000–30.000 dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar dan lanjutan secara merata di seluruh wilayah.
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan, peluncuran Prodi Spesialis dan Subspesialis menjadi tonggak penting penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) di wilayah Jawa Barat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya atas komitmen kolaboratif ini. Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat tunjukkan pendidikan dan layanan kesehatan. Semoga dengan sinergi yang kuat, SKA Jawa Barat nantinya dapat menjadi model praktik baik di tingkat nasional,” kata Khairul.
Selanjutnya Khairul yang hadir mewakili Menteri Diktisaintek mengatakan, akselerasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini harus berpegang pada berbagai prinsip, seperti penjaminan mutu yang ketat, kepatuhan terhadap regulasi, dan keterlibatan berbagai stakeholder, sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala agar ekspansi akses tidak mengorbankan kualitas.
Khairul berharap Pemda Jabar dapat terus memberikan dukungan, seperti beasiswa ataupun insentif pendidikan bagi para peserta didik yang akan ditempatkan di daerah.
“Sistem kesejahteraan akademik sejatinya bukan hanya sekedar konsep, tetapi adalah gerakan kolaboratif antara perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah daerah, dan juga masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menuturkan, percepatan ini merupakan bagian dari agenda strategis penguatan SDM nasional, sekaligus bagian dari transformasi nasional dalam penguatan SDM kesehatan dengan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah yang bergerak dalam satu arah kebijakan untuk memastikan kesediaan dokter spesialis yang bermutu dan merata bagi seluruh warga negara Indonesia.
Arief mengungkapkan, program ini merupakan satu ekosistem dari pendidikan spesialis di Jawa Barat dan kolaborasi strategis antara PTN dan PTS untuk memberikan kontribusi yang setara dalam pembangunan nasional dengan model kolaborasi.
“Program percepatan mengedepankan prinsip kolaborasi resource sharing, academic core development, quality assurance, serta supervisi akademik yang terintegrasi di antara program studi sejenis. Kami berkomitmen akan menjaga standar nasional pendidikan tinggi, menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, mengembangkan sistem penyimpanan mutu terpadu, serta membangun budaya kolaborasi jangka panjang,” ucapnya.
“Ini adalah bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis sebagai upaya penguatan pelayanan spesialis di tingkat nasional. Percepatan pendidikan ini tentu akan mempercepat lahirnya dokter spesialis yang bermutu demi kesehatan rakyat dan ketahanan bangsa,” sambung Arief.
Program Pendidikan Dokter Spesialis (Sp1) dan Subspesialis (Sp2) akan membuka 8 program studi baru, terdiri dari 4 prodi Sp1 dan 4 prodi Sp2.
Unpad akan membuka lima prodi baru, yaitu Sp1 Gizi Klinik, Sp2 Patologi Klinik, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, Sp2 Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), serta Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Lalu, Unisba dan Maranatha akan membuka Sp1 Obstetri & Ginekologi, sedangkan Unjani membuka prodi Sp1 Anestesiologi & Terapi Intensif. (des)***











