Kemendikdasmen Perluas Penerima PIP, Siswa TK pun Dapat Bantuan Tunai Ini

cara mudah cek bansos pip melalui hp 750x375 1
Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas dengan menyasar siswa jenjang taman kanak-kanak (TK) mulai tahun anggaran 2026, (Foto: Dok. Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas dengan menyasar siswa jenjang taman kanak-kanak (TK) mulai tahun anggaran 2026. Kemendikdasmen telah mengusulkan sebanyak 888.000 siswa TK sebagai penerima manfaat dalam skema baru bantuan tunai pendidikan ini.

Perluasan ini menambah jenjang penerima PIP yang sebelumnya hanya mencakup SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Anggaran PIP untuk anak TK tersebut telah dialokasikan dalam rancangan belanja 2026,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen, Adhika Ganendra, mengatakan, perluasan ke TK merupakan bagian dari strategi memperkuat wajib belajar sejak usia dini.

“Kami ingin membuat wajib belajar itu bertambah. Jadi pemerintah menjamin angka dia sekolah itu bertambah waktunya,” ujar Adhika.

Menurutnya, PIP selama ini baru mampu membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan kualitas hasil belajar. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah belum meratanya akses pendidikan usia dini.

“Nah mungkin ini disebabkan karena mereka (beranggapan) TK kan mahal, nah sementara sekarang pemerintah telah mewajibkan (wajib belajar 13 tahun),” ucapnya.

Adhika mencontohkan, komposisi penerima PIP di tingkat SMA menunjukkan penurunan signifikan pada siswa laki-laki dibanding jenjang sebelumnya.

Kebijakan baru ini juga membuka ruang pengusulan penerima di luar basis data utama pemerintah. Sekolah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat dapat mengusulkan calon penerima jika ditemukan anak dari keluarga miskin yang belum terdaftar.

“Semua orang yang melihat ada orang miskin yang belum dapat PIP, semua bisa mengusulkan. Ini biar jadi bantuan bersama,” kata Adhika.

Adhika menambahkan, jumlah penerima PIP secara nasional setiap tahun relatif tetap di kisaran 19 juta hingga mendekati 20 juta siswa. Pemerintah tidak menargetkan peningkatan jumlah penerima secara keseluruhan, melainkan memperluas cakupan jenjangnya.

“Kalau jumlah penerima tidak, setiap tahunnya sama, 19 sekian juta mendekati 20 juta itu setiap tahunnya sama,” pungkasnya. (gib)***