ZONALITERASI.ID – Christopher Jason Santoso, mahasiswa S1 Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi dalang di usia muda. Pemuda berdarah Tionghoa ini mulai tertarik dengan seni pewayangan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Selain menyelami seni yang identik dengan budaya Jawa, Christopher juga kerap melakukan berbagai riset kebudayaan. Cara ini membantu dirinya memperkaya wawasan terkait wayang. Tokoh-tokoh dalang yang menjadi inspirasinya antara lain Ki Nartosabdo, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Tristuti Rachmadi.
Namun, perjalanan pria kelahiran Surabaya, 26 Agustus 2004 ini tidak mulus. Semasa kecil, dia sempat dicela karena cadel huruf R (rhotasisme). Penolakan karena etnis yang berbeda juga sempat dirasakannya saat belajar di sanggar wayang.
“Saya sempat berhenti mendalang, tapi itu tak menyurutkan hasrat saya untuk belajar wayang. Ini warisan budaya Indonesia untuk semua tanpa memandang perbedaan apapun,” jelas Christopher, dikutip dari laman resmi ITS, Jumat, 6 Maret 2026.
Kecintaan Christopher terhadap budaya Indonesia, berhasil membuat dirinya meraih berbagai prestasi. Salah satunya dengan membawakan cerita wayang dalam 3 bahasa, Indonesia-Jawa-Mandarin pada acara See You Soon 2023 di Tower 2 ITS.
Prestasi Akademik dan Bisnis
Hobi Christopher membaca buku dan menekuni ilmu pengetahuan mendorongnya untuk meneliti dan membuat karya ilmiah.
Bahkan, salah satu penelitian Christopher telah mengantarkannya menjadi pembicara dalam forum bertaraf dunia, International Symposium on Javanese Culture 2024.
Lalu, di bidang akademik, Christopher pernah menjadi perwakilan ITS dan Indonesia sebagai Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia. Dia juga kerap terlibat dalam ajang diskusi internasional seperti Asia Youth Sustainability Forum 2025, Youth Asian-African Legal Consultative Organization (AALCO) 2023, dan Smart Ocean Summer School di Tianjin University, China.
Selain prestasi di bidang akademik dan seni budaya, Christopher juga berkiprah di dunia entrepreneur dengan membuat startup inovasi jamu modern yang diberi nama Herbits. Bisnis rintisannya ini sukses mendapat pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023 dan ITS Youth Technopreneur (IYT) 2023 – 2024. (des)***











