Pigura di Kamar
lucunya gigimu di bingkai
yang berdiri tegak itu.
Waktu usil sekali
mengolesi pipimu
dengan butiran debu.
Wajah lugumu
serupa hatimu
serupa kaca pigura
saat masih baru.
Purbalingga, 2026
***
Parfum Ramadan
mewangi tubuhmu
mewangi akhlakmu
mewangi ruhmu
mewangi ramadanmu
mewangi hidupmu
mewangi hubunganmu dengan-Nya.
Purbalingga, 2026
***
Gitar Kuning pengingat-Nya.
Senandung rindu
dilantunkan di langit
burung-burung bernyanyi
awan-awan berdansa
matahari berdendang
manusia jatuh cinta pada
alam ciptaan-Nya.
Purbalingga, 2026
***
Karpet di Kamar
yang tak pernah tidur
ialah otakmu
yang kerap begadang
berbincang dengan masa depan
hingga larut malam,
larut kecewa,
larut hanyut,
larut dan terkecoh.
Bahwa masa depan
tak akan datang hari ini jua.
yang mewujud hari ini hanyalah
bayang-bayangnya yang semu.
Purbalingga, 2026
***
Almari Kayu
aku menyimpanmu
aku juga menyimpan kenanganmu
aku mengetahui rahasia
yang tak diketahui ibumu.
Aku memata-matai matamu,
memata-matai tingkahmu.
Akulah pengintai itu!
Purbalingga, 2026
***
Yanuar Abdillah Setiadi, lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Menulis di 50 website Nasional. Tiga buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023), Melihat Lebih Dekat (2024). Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (2026). Menjadi pembicara di beberapa seminar kepenulisan. Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.











