ZONALITERASI.ID – UIN Sunan Gunung Djati Bandung melangsungkan perhelatan “Halalbihalal dan Pelepasan Purna Bakti”, di Gedung Anwar Musaddad, Jalan A.H. Nasution Bandung, Selasa, 31 Maret 2026.
Pada momen silaturahmi selepas Idulfitri 1447 H. ini, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., tampil menyampaikan tausiyah.
Dalam tausiyahnya, mantan Direktur Pascasarjana UIN Bandung ini, mengajak untuk memaknai Halalbihalal dalam konteks yang lebih luas.
Kata dia, dalam tradisi masyarakat Jawa Barat, Halalbihalal tidak lepas dari tiga unsur utama, yakni silaturahmi, tausiyah, dan kebersamaan, termasuk makan bersama.
Dengan mengutip nilai dari surah Al-Anfal ayat 29, Prof. Dadang menekankan pentingnya kecerdasan intelektual yang disertai ketakwaan. Dalam menjalani kehidupan sosial harus dibangun atas dasar kesabaran, saling memaafkan, dan menjauhi sikap dendam.
“Bekerjalah dengan kejujuran. Dalam sistem sosial kita tidak boleh ada dusta di antara kita, agar tercipta kehidupan yang harmonis dan membahagiakan,” ujarnya.
Prof. Dadang berharap seluruh civitas akademika senantiasa taat kepada aturan Allah SWT, memiliki kepedulian sosial melalui sikap dermawan, dan berani mengakui kesalahan.
“Orang yang hebat adalah yang mampu mengakui kesalahannya dan tidak merasa paling benar,” paparnya.
Menutup tausiyah, Prof. Dadang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih baik.
“Selamat mengikuti Halalbihalal. Mari menjadi pribadi yang hebat, bermanfaat, dan terbaik bagi sesama,” pungkasnya.
Sekecil Apapun Kontribusi Layak Dapat Apresiasi
Pada kesempatan sama, Ketua Senat Universitas Prof. Dr. Mahmud, M.Si., mengapresiasi atas kehadiran para orang tua, tokoh dan pimpinan dalam Halalbihalal kali ini. Di antaranya, Prof. Dr. Endang Soetari Ad, M.Si.; Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si.; Dr. H. Arief Ichwani, M.Pd..
Menurutnya, segala capaian kampus saat ini tidak terlepas dari jasa para pendahulu, kerja keras, ikhtiar bersama seluruh civitas akademika.
“Setiap kontribusi, sekecil apa pun, layak mendapatkan apresiasi sebagai bagian dari perjalanan besar institusi,” ucap Prof. Mahmud.
Sementara Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika.
“Atas nama pimpinan dan segenap civitas akademika, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Prof. Rosihon menuturkan, Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum penyucian relasi sosial. Dia mengajak seluruh sivitas akademika untuk kembali kepada fitrah dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kampus ke depan.
“Halalbihalal ini adalah ruang untuk memperbaiki hubungan, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan komitmen kita untuk terus membangun kampus. Mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kemajuan bersama,” tuturnya. (des)***











