Minimalkan Potensi Kebocoran, TKA SMP Gunakan Skema Soal Berbasis Daerah

WhatsApp Image 2026 04 07 at 20.54.34
Kepala BKPDM Kemendikdasmen, Toni Toharudin, saat berbicara dalam taklimat media di Bekasi, Selasa, 7 April 2026, (Foto: Dok. Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID Kemendikdasmen melakukan terobosan dalam meminimalkan potensi kebocoran dan meningkatkan keandalan hasil asesmen dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP.

TKA untuk jenjang ini menggunakan skema soal berbasis daerah dengan variasi yang jauh lebih banyak dibandingkan soal terpusat.

“Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi faktor penting dalam menjaga agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung secara tertib, terjaga integritasnya, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, dalam taklimat media di Bekasi, Selasa, 7 April 2026.

Selanjutnya Toni menuturkan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA, Kemendikdasmen juga mengoperasikan posko pemantauan pusat (command center) serta posko pendampingan di daerah. Posko tersebut berfungsi untuk memberikan dukungan teknis maupun nonteknis secara cepat dan terkoordinasi kepada satuan pendidikan serta peserta didik.

“Kemendikdasmen akan terus melakukan pemantauan dan penyempurnaan selama pelaksanaan TKA. Kami sangat optimis dengan sinergi seluruh pihak. Tes Kemampuan Akademik tahun ini akan menjadi instrumen yang sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik sesuai arah kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya.

Performa yang Baik

Pada kesempatan sama Toni mengungkapkan, pelaksanaan TKA jenjang SMP gelombang pertama yang berlangsung pada 6 sampai 7 April 2026 berjalan dengan baik di seluruh Indonesia. Berdasarkan pantauan Posko Pusat (Command Center) TKA, sistem dan infrastruktur pusat menunjukkan performa yang baik, dengan tingkat trafik yang masih dalam batas kapasitas yang dapat ditangani.

“Secara keseluruhan, pada TKA hari pertama dan kedua ini, sistem berjalan sangat stabil dan terkendali. Partisipasinya sangat tinggi, kuatnya dukungan pemangku kepentingan lain, serta mekanisme pengendalian yang kita lakukan juga berjalan efektif,” tuturnya.

Toni menyebutkan, pada gelombang pertama, tercatat sebanyak 1.935.778 peserta telah mengikuti TKA, yang terdiri dari 1.777.571 peserta moda daring dan 158.207 peserta moda semi daring. Para peserta tersebut berasal dari 33.349 sekolah penyelenggara moda daring serta 2.451 sekolah penyelenggara moda semi daring, yang mencerminkan keterlibatan satuan pendidikan dengan berbagai kondisi kesiapan.

Pelaksanaan TKA juga didukung oleh 24.195 pengawas, bersama dengan 2.345 penyelia dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta 42.852 proktor moda daring dan 3.188 proktor moda semi daring yang memastikan jalannya asesmen di masing-masing satuan pendidikan.

Toni menambahkan, TKA jenjang SMP dilaksanakan pada 6 sampai 16 April 2026, yang dibagi ke dalam empat gelombang untuk satuan pendidikan formal serta satu gelombang untuk pendidikan kesetaraan.

“Tentunya pendekatan yang kita lakukan ini memastikan bahwa standar pelaksanaan yang sama di seluruh wilayah Indonesia, juga sekaligus memberikan banyak fleksibilitas terhadap persiapan dari satuan pendidikan melalui sistem gelombang ini,” terangnya.

Toni menambahkan, dalam pelaksanaannya, TKA dirancang berlangsung selama dua hari untuk setiap gelombang. Pada hari pertama, peserta akan melalui 10 menit latihan, 75 menit tes Matematika dan Numerasi, serta 20 menit survei karakter. Kemudian pada hari kedua, peserta akan mengerjakan 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia dan Literasi, serta 20 menit survei lingkungan belajar. (des)***