Oleh Rivira Shaomi Syahla
PERMASALAHAN sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang masih menjadi perhatian di berbagai wilayah perkotaan, termasuk di Kota Bandung. Peningkatan jumlah penduduk serta aktivitas masyarakat menyebabkan volume sampah terus meningkat setiap harinya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Di wilayah Cibiru, permasalahan sampah menjadi cukup serius dan memerlukan perhatian khusus. Tumpukan sampah masih sering ditemukan di beberapa ruas jalan serta tempat pembuangan sementara (TPS). Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di wilayah tersebut belum berjalan secara optimal.
Berdasarkan pemberitaan dari Beritainsipratif.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah dengan membuat lubang besar untuk pembuangan sampah organik di Kecamatan Cibiru. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah yang terjadi di berbagai titik. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan sampah di wilayah Cibiru sudah berada pada kondisi yang cukup serius.
Permasalahan yang Terjadi
Permasalahan utama yang terjadi di wilayah Cibiru adalah penumpukan sampah di berbagai lokasi yang tidak semestinya, seperti pinggir jalan, lahan kosong, dan tempat pembuangan sementara. Sampah yang tidak segera diangkut menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan tidak nyaman.
Selain itu, volume sampah yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia. Hal ini menyebabkan sampah menumpuk dan sulit ditangani secara cepat. Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Permasalahan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di wilayah Cibiru masih menghadapi berbagai kendala, baik dari segi fasilitas maupun kesadaran masyarakat.
Faktor Penyebab
Permasalahan sampah di wilayah Cibiru disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Salah satu faktor utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Selain itu, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah juga menjadi penyebab utama. Tidak semua wilayah memiliki sarana yang memadai untuk menampung dan mengelola sampah, sehingga menyebabkan penumpukan di berbagai titik.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah terbatasnya kapasitas tempat pembuangan akhir. Dalam hal ini, TPA Sarimukti yang digunakan oleh Kota Bandung masih memiliki keterbatasan. Berdasarkan informasi dari pemerintah, kapasitas TPA tersebut hanya mampu menampung sekitar 50 persen dari total sampah, sehingga pengiriman sampah menjadi terbatas.
Dampak yang Ditimbulkan
Permasalahan sampah memberikan dampak yang cukup besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Lingkungan menjadi kotor, kumuh, dan tidak nyaman untuk ditinggali. Selain itu, sampah yang menumpuk juga menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dampak lain yang cukup serius adalah tersumbatnya saluran air akibat sampah. Hal ini dapat menyebabkan genangan air bahkan banjir saat hujan turun. Selain itu, sampah juga dapat menjadi sumber penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Jika permasalahan ini tidak segera ditangani, maka kondisi lingkungan di wilayah Cibiru akan semakin memburuk dan berdampak lebih luas.
Upaya Penanganan
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Cibiru. Salah satunya adalah pembuatan lubang pembuangan sampah organik oleh pemerintah setempat. Lubang tersebut memiliki ukuran sekitar 15 x 15 meter dengan kedalaman 3 meter dan mampu menampung hingga 775 meter kubik sampah organik.
Selain itu, dilakukan juga kegiatan pemilahan sampah massal yang melibatkan ratusan warga bersama ASN, TNI, dan Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 150 orang terlibat dalam proses pemilahan sampah yang berasal dari 35 RW di Kecamatan Cibiru. Hal ini menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan sampah.
Namun demikian, meskipun telah dilakukan berbagai upaya, permasalahan sampah masih terus terjadi sehingga diperlukan langkah yang lebih berkelanjutan.
Solusi
Untuk mengatasi permasalahan sampah secara efektif, diperlukan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Di samping itu, masyarakat perlu mulai membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah, terutama antara sampah organik dan anorganik. Pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas serta pengawasan agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik.
Kesimpulan
Permasalahan sampah di wilayah Cibiru merupakan masalah yang cukup serius dan masih berlangsung hingga saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pembuatan lubang sampah organik dan kegiatan pemilahan sampah massal yang melibatkan berbagai pihak. Namun, permasalahan ini belum sepenuhnya terselesaikan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. ***
Rivira Shaomi Syahla, mahasiswa Program Studi Kimia angkatan 2025, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Daftar Pustaka
Berita Inspiratif. 2023. Darurat Sampah, Ratusan Warga Bersama ASN, TNI dan Polri Pilah Sampah Massal di Cibiru.











