ZONALITERASI.ID – Sebanyak 53 peserta dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kuningan dan Indramayu mengikuti pendidikan sebagai calon pemimpin masa depan.
Diklat yang bernama PKL atau Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan ini dibuka oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena M. Ramdan, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Majalengka ini berlangsung mulai Kamis sampai Sabtu, 16 – 18 April 2026.
Para peserta calon pemimpin ini merupakan kader pilihan dan telah melewati proses kelulusan PKD atau Pelatihan Kepemimpinan Dasar. Dengan kata lain, bagi kader yang belum mengikuti PKD, secara otomatis belum boleh mengikuti PKL ini.
Para instruktur yang hadir juga tak main-main. Melibatkan pengurus tingkat wilayah Provinsi Jawa Barat. Baik materi pendidikan maupun pematerinya kompeten dan terarah serta fokus pada sasaran.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Majalengka, Iwan Irwanto, mengatakan, pihaknya bersyukur dapat melaksanakan program kaderisasi PKL ini. Untuk pertama kalinya, gelaran PKL tahun 2026 ini sengaja dipusatkan di Ponpes Al-Mizan, Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
“Alhamdulillah, peserta kita saat ini dari wilayah tiga Cirebon. Dengan jumlah peserta sebanyak 53 kader. Bahasa sederhananya, kaderisasi yang bernama PKL ini adalah untuk menciptakan pemimpin masa depan,” ucap Iwan, saat ditemui di kediamannya, Ponpes Al-Mizan Panongan, Jumat, 17 April 2026.
Bagi yang belum mengetahui, Ponpes Al-Mizan Panongan Jatitujuh ini berada di Blok Jumat, tak jauh dari Balai Desa Panongan.
Mantan orator yang kini lebih mendedikasikan dirinya sebagai Kiai Anom ini menambahkan, program kaderisasi PKL yang diselenggarakan oleh PC Ansor ini merupakan kaderisasi tingkat ke-2 yang politis.
“Kaderisasi ini bisa dibilang bermuatan politis, Karena peruntukannya itu yakni sebagai syarat untuk menjadi calon ketua cabang Ansor di tingkat kabupaten. Kami berharap, kader lulusan PKL bisa menjadi pemimpin baik di lingkungan NU khususnya dan umumnya untuk masyarakat secara global, ” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, PKL ini memang murni untuk kebutuhan kaderisasi. Sifatnya wajib dan mutlak harus dilaksanakan oleh setiap kader bagi yang telah mengikuti kaderisasi tingkat dasar PKD atau Diklatsar.
“Program PKL ini merupakan orang pilihan karena telah dipersiapkan di tingkat cabangnya masing-masing,” tuturnya.
Iwan memaparkan, program PKL di lembaga Ansor ini telah berjalan aktif sejak kepemimpinan Nusron Wahid, yang hingga kini dijaga konsistensinya agar tetap berjalan di tiap Kabupaten atau kota.
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Dena M. Ramdan, mengapresiasi kegiatan PKL se-Ciayumajakuning yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka. Dena menyampaikan sekaligus mengapresiasi sahabat-sahabat Ansor yang mengikuti PKL. Alasannya, karena mereka adalah orang orang pilihan, yang akan dipersiapkan untuk menjadi para pemimpin di masa depan.
Wabup menyampaikan juga, walaupun kaderisasi PKL ini agak politis, pihaknya meminta agar niatnya tetap tulus untuk kaderisasi dan mendorong kaderisasi untuk lebih bermanfaat untuk masyarakat NU dan Majalengka.
“Sepulang mengikuti kegiatan PKL ini, para kader harus mampu dan mau untuk selalu ringan tangan membantu masyarakat kita yang membutuhkan, ” ujarnya. (Herik Diana)***











