ZONALITERASI.ID – Tim Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berhasil mempertahankan gelar juara Proliga 2026 setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, pada rangkaian grand final yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 24–26 April 2026.
JPE sukses mengunci gelar dalam dua leg dengan kemenangan 3-1 dan 3-0.
Dalam laga penting itu, Nurlaili Kusumah Diningrat merupakan salah satu pemain yang berperan penting bagi JPE. Dia bagian dari Dream Team bersama Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, dan Rissa Mega.
Nurlaili menjadi tembok yang sulit ditembus. Pemain berpostur 170 cm yang berposisi sebagai libero itu berulang kali menyelamatkan bola-bola sulit yang dilancarkan lawan.
Kemauan Sendiri
Lahir dari pasangan Dandan Gunadi dan Irawati di Bandung, pada 23 November 2003, Nurlaili terjun ke dunia bola voli atas kemauannya sendiri.
Pebola voli yang memiliki garis keturunan dari Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis ini, menuturkan, awalnya dirinya diminta oleh guru olah raganya untuk mengikuti ekstrakulikuler bola voli.
Lalu, melihat bakat yang dimilikinya, akhirnya sang guru pun memintanya untuk masuk klub pembinaan khusus bola voli. Dengan begitu, bakatnya lebih terasah dan terarah.
Klub pertama yang dijadikan tempat berlatih Nurlaili yaitu Parahiyangan Bandung. Namun, karena merasa tidak bisa fokus latihan, kemudian dia memutuskan pindah ke klub Wahana Express Bandung.
Keputusannya pindah ke Wahana sangat tepat. Di tangan sang pelatih Risco Herlambang, bakat Nurlaili semakin terasah.
“Latihan di Wahana sangat berat sekali. Sempet ngeluh juga, soalnya latihannya full dari Senin sampe Sabtu. Pas awal-awal masuk sempet sakit karena belum terbiasa latihan keras. Ga sampe pingsan sih, paling sesek nafas sama lemes banget kalo udah latihan. Tapi ini udah jadi pilihan aku dan harus dipaksain kalo mau jadi pemain bagus,” kata Nurlaili.
Gemblengan keras dari pelatih membuahkan hasil manis. Pada 2018, Nurlaili akhirnya bisa mencicipi ketatnya persaingan Proliga 2018. Di usia sangat belia, dia tampil debut di ajang bersama Jakarta BNI Taplus. Saat itu, dia masih berusia 14 tahun (kelas 2 SMP), sebuah rekor yang hingga kini belum terpecahkan.
Nurlaili sempat memperkuat Bandung BJB Tandamata sebelum akhirnya berlabuh ke Jakarta Electric PLN pada Proliga 2021/2022. Kala itu namanya semakin bersinar sebagai pemain utama.
Pada tahun yang sama, Nurlaili menjadi bagian tim bola voli putri Jawa Barat yang meraih medali emas PON Papua 2021.
Tak hanya piawai di lapangan, berkat prestasinya yang menonjol di dunia voli nasional, Nurlaili bergabung menjadi anggota aktif TNI AL sejak 2020. Dia pernah membawa tim TNI AL menembus babak Final Four Livoli 2023.
Setelah sukses bermain di level klub, Nurlaili juga mencicipi manisnya bermain di Timnas Indonesia. Debutnya membela Timnas terjadi di SEA V League 2024, saat dia dipanggil masuk skuat pada putaran kedua, 9-11 Agustus 2024. (dede suherlan/berbagai sumber)***











