880 Siswa Ikuti FLS3N 2026, Kolaborasi MGMP Seni Budaya Kota Bandung dan Unpas

WhatsApp Image 2026 04 25 at 15.05.21 1024x683 1
Salah satu peserta lomba baca puisi saat tampil dalam FLS3N) SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, di Aula FISS Kampus IV Unpas, (Foto: Unpas).

ZONALITERASI.ID – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kota Bandung berkolaborasi dengan Universitas Pasundan (Unpas) menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, di Aula FISS Kampus IV Unpas, Jalan Dr. Setiabudi No.193, Kota Bandung.

Festival yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 25-26 April 2026 ini diikuti 880 peserta yang berasal dari 82 sekolah negeri dan swasta, termasuk sekolah rakyat dan homeschooling.

Adapun cabang yang dipertandingkan dalam festival yaitu baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, menyanyi solo putra dan putri, jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, monolog, tari kreasi, film pendek, serta kreativitas musik tradisional.

Rektor Unpas, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya seni dan sastra dalam membentuk karakter serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.

“Festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi, pertukaran ide, serta wadah untuk mengekspresikan kreativitas dan kepekaan terhadap nilai-nilai budaya,” ujar Prof. Azhar, saat membuka festival.

“Unpas tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, khususnya budaya Sunda sebagai identitas bangsa,” sambungnya.

Dekan FISS Unpas, Budi Setiawan Garda Pandawa, S.Li., M.H., M.Sn., berharap agar FLS3N menjadi pintu gerbang bagi siswa untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dalam dunia seni dan sastra.

“FLS3N merupakan ajang yang tepat untuk menampilkan potensi yang dimiliki siswa dalam bidang seni dan sastra. Mudah-mudahan, ke depan, bakat-bakat siswa ini makin maju dan berkembang,” ucapnya.

Pengawas KCD Wilayah VII Disdik Jabar, Solehkun Kodir, S.Pd., M.T., menuturkan, FLS3N sebagai ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat.

“Seluruh peserta adalah pemenang karena telah melalui proses panjang untuk mencapai tahap ini,” tandasnya.

Ketua MGMP Kota Bandung, Dian Indriani, S.Pd., menuturkan, FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang ekspresi, apresiasi, dan pembelajaran bagi siswa.

“Di sinilah bakat-bakat muda bertemu, tumbuh, dan berkembang. Kami berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada proses dan kecintaan terhadap seni dan budaya,” katanya.

Sementara  Ketua Pelaksana, Rossa Rosmadewi, S.Pd., M.M., mengungkapkan, ajang tahunan ini menjadi wadah pengembangan potensi, kreativitas, serta apresiasi seni bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi.

“FLS3N tingkat kota ini merupakan tahap awal seleksi menuju tingkat provinsi dan nasional. Kami berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, percaya diri, dan semangat berkarya,” ujarnya.

Rossa juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya MGMP Seni Budaya Kota Bandung dan Unpas, serta 45 dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi seni yang berperan dalam menilai secara profesional dan objektif. (des)***