Ketua DPRD Pangandaran Kritik tak Optimalnya Fungsi Sentral Parkir Pasar Wisata

661244980
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengkritik kondisi Sentral Parkir Pasar Wisata yang belum berfungsi optimal. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas wisata dan ekonomi daerah.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kawasan parkir seluas 7,2 hektare itu masih menyimpan berbagai persoalan mendasar, mulai dari buruknya sistem drainase hingga minimnya penataan zona kendaraan. Kondisi tersebut membuat area parkir tampak semrawut dan belum layak dimanfaatkan secara maksimal.

“Penataan harus dilakukan secara serius. Beberapa bagian bahkan belum mendapat pemeliharaan yang memadai,” kata Asep, Rabu, 6 Mei 2026.

Asep juga menyoroti potensi genangan air saat hujan akibat sistem drainase yang tidak optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dia mendorong perbaikan melalui pemasangan hotmiks serta pengaturan elevasi lahan agar risiko banjir dapat diminimalkan.

Selain itu, ketiadaan marka jalan dan rambu parkir, mencerminkan lemahnya perencanaan tata ruang.

“Tidak adanya pemisahan zona antara bus, truk, dan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab ketidakteraturan di kawasan tersebut,” ucapnya.

Asep pun menyinggung belum maksimalnya pemanfaatan gedung evakuasi tiga lantai yang berada di area parkir. Kata dia, fasilitas tersebut seharusnya dapat difungsikan sebagai ruang tunggu wisatawan, tempat istirahat sopir, hingga pusat kegiatan seni.

“Aspek lain yang juga harus diperhatikan yaitu penyediaan fasilitas ramah disabilitas sesuai regulasi daerah, serta pembangunan jalur pedestrian dan ruang terbuka yang representatif bagi pengunjung,” tuturnya.

Evaluasi Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Asep mendorong evaluasi terhadap kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

Penataan kawasan harus segera direalisasikan pada tahun ini agar mampu menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi sekitar 150 pedagang yang menggantungkan usaha di kawasan tersebut.

“Kawasan ini harus segera dibenahi agar benar-benar berfungsi dan memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya. ***