Akuntansi Syariah UIN Bandung Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Kerja

WhatsApp Image 2026 05 27 at 00.15.24 1 1 scaled
Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Review Visi, Misi, Kurikulum, dan Peningkatan Program Kerja, (Foto: UIN Bandung).

ZONALITERASI.ID – Perubahan cepat di sektor keuangan syariah menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menyikapi tuntutan itu, Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Review Visi, Misi, Kurikulum, dan Peningkatan Program Kerja.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Arif Mahendra Putra dari Bank Syariah Nasional (BSN), Eneng Nia dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Friska Magdalena dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Ramadhani Irma Tripalupi, S.E., M.M., alumni Chefi Abdul Latif, serta Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilham Abdullah.

Ketua Jurusan Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, M.Ag., CPRM., ACCA., CFA., CPA., didampingi Sekretaris Program Studi Fithri Dzikrayah, S.E., M.E., menjelaskan, FGD ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri keuangan syariah yang semakin dinamis.

Menurutnya, proses penyempurnaan kurikulum dilakukan secara berkelanjutan melalui tiga kali FGD. “Seluruh rangkaian FDG menjadi ruang strategis untuk menghimpun berbagai masukan terkait penguatan visi, misi, kurikulum, dan program kerja Prodi Akuntansi Syariah,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.

Mia mengungkapkan, penyesuaian kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri harus terus diperkuat.

“Program ini dilaksanakan sebagai upaya link and match antara universitas dengan dunia usaha dan dunia industri. Kita harus adaptif dan selalu up to date dalam mempersiapkan lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja,” paparnya.

Menurutnya, kurikulum yang relevan menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman. Pembaruan kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri.

“Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang relevan dengan zamannya. Karena itu, pembaruan harus terus dilakukan,” ucap Mia.

Dia menyebutkan, Prodi Akuntansi Syariah memiliki tiga misi utama, yaitu menghasilkan lulusan dengan kompetensi kuat di bidang ekonomi dan bisnis syariah, mencetak lulusan yang mampu menjadi penggerak ekonomi, serta menyiapkan lulusan yang siap menjadi pelaku utama dalam dunia ekonomi dan bisnis.

“FGD ini merupakan bagian dari hilirisasi tiga misi tersebut. Harapannya, kita dapat merumuskan penguatan kurikulum dan desain lulusan FEBI secara tepat, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masa depan,” jelasnya.

Mia menambahkan, dengan adanya pelaksanaan FGD yang melibatkan regulator, industri, akademisi, alumni, dan mahasiswa, Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

“Prodi Akuntansi Syariah berkomitmen untuk terus meng-upgrade diri dan beradaptasi dengan dinamika persaingan kerja. Lulusan harus memiliki value yang menjadikannya unggul. Proses ini memang tidak mudah, baik bagi dosen, mahasiswa, maupun lembaga, tetapi menjadi keharusan demi mewujudkan ketangguhan SDM masa depan,” pungkasnya. (des)***