ZONALITERASI.ID – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sarjana (S1), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar perayaan Milad ke-69 dengan rangkaian Seminar Pendidikan dan penganugerahan mahasiswa terproduktif tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Teater Prof. Zakiyah Daradjat, FITK UIN Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FITK, Salamah Agung, Ketua Program Studi PAI Suwendi, Sekretaris Program Studi PAI Ridhollah, para dosen, serta ratusan mahasiswa Prodi PAI.
Ketua Prodi PAI, Suwendi, mengatakan, Prodi PAI merupakan program studi tertua dalam sejarah perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia. Menurutnya, akar historis Prodi PAI tidak dapat dilepaskan dari berdirinya Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 1 Juni 1957.
“Prodi PAI merupakan prodi yang pertama kali lahir bersamaan dengan pendirian ADIA oleh Departemen Agama. Institusi ini didirikan untuk menyiapkan tenaga ahli agama yang akan berkiprah di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia,” ujar Suwendi.
Ia menjelaskan, ADIA kemudian bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pada 24 Agustus 1960 melalui penggabungan dengan PTAIN Yogyakarta hingga melahirkan IAIN al-Jami’ah al-Hukumiyah. Selanjutnya, melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 49 Tahun 1963, IAIN cabang Jakarta resmi menjadi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Transformasi kelembagaan berlanjut pada 20 Mei 2002 melalui Keputusan Presiden Nomor 031 Tahun 2002 yang mengubah status IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
“Melihat sejarah tersebut, Prodi PAI adalah prodi paling awal lahir di kampus ini. Alhamdulillah, selain menjadi prodi tertua, PAI juga menjadi salah satu prodi dengan jumlah peminat tertinggi dan mahasiswa terbanyak hingga saat ini,” katanya.
Suwendi mengungkapkan, pada semester genap tahun akademik 2025/2026, jumlah mahasiswa aktif Prodi PAI mencapai 948 orang, mulai semester 1 hingga semester 14.
Ia juga menyampaikan bahwa Prodi PAI terus menjaga kualitas akademiknya dengan mempertahankan akreditasi unggul di tingkat nasional dan telah meraih pengakuan akreditasi internasional.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan sinergi seluruh sivitas akademika. Ini menjadi modal penting untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman,” lanjutnya.
Dalam rangkaian Milad ke-69, Prodi PAI menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertema “Membedah Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG: Quo Vadis Pendidikan di Indonesia.” Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni M. Fawwaz Farhan Farabi (mantan Ketua Umum BEM FH UI dan kuasa hukum perkara MBG di Mahkamah Konstitusi), M. Zaki Mubarak, Ph.D. (Dosen FISIP UIN Jakarta), serta Ubaidillah Matroji (Koordinator JPPI sekaligus saksi ahli perkara MBG di Mahkamah Konstitusi).
Dalam sambutannya, Suwendi menekankan bahwa institusi pendidikan tidak boleh terlepas dari realitas sosial dan kebangsaan. Ia mengutip pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan sebagai proses pembebasan melalui dialog, kesadaran kritis, dan transformasi sosial.
“Pendidikan harus berdialog dengan persoalan bangsa. Jika pendidikan hanya dibatasi pada apa yang terjadi di dalam ruang kelas, maka pendidikan kehilangan fungsi transformasinya,” tegasnya.
Menurutnya, isu pengalokasian anggaran pendidikan yang sebagian diarahkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memunculkan berbagai polemik publik yang perlu dikaji secara kritis, terutama dari perspektif keberlanjutan pembangunan pendidikan nasional.
Selain seminar, perayaan Milad ke-69 juga diisi dengan penganugerahan kepada tujuh mahasiswa Prodi PAI yang dinilai paling produktif sepanjang tahun 2026, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pada kategori akademik, penghargaan diberikan kepada Siti Dian Nurfitri, Nurul Hafidoh, Salsa Maulida Handayani, dan Aidah Mutmainnah Nst atas produktivitas mereka dalam publikasi artikel ilmiah, penulisan buku, opini, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara pada kategori nonakademik, penghargaan diberikan kepada Joevanka Anwar, Nuraini, dan Khadijah Al Fatih Rachmat atas berbagai capaian prestasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi Prodi PAI terhadap semangat prestasi dan produktivitas mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya budaya akademik yang unggul dan kompetitif.
Melalui perayaan Milad ke-69 ini, Prodi PAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, transformatif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (des)***











