Buku Deep Learning untuk Menteri dan Unesco

deni darmawan
(Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Buku Deep Learning telah sampai di tangan Menteri Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto dan Delegasi France untuk Unesco Prof. Etienne Damome. Suatu perjalanan sebuah buku yang ditulis Deni Darmawan dan kawan-kawan, baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris berkah Rahmat Illahi keduanya menjadi hadir untuk para pembesar dalam dunia pendidikan.

Mendiktisaintek memperolehnya saat ada sebuah kunjungan kerja ke salah satu Perguruan Tinggi Swasta dalam bidang Pendidikan atau LPTK di wilayah Priangan Timur. Saat itu Prof.  Brian berkunjung ke salah satu stand pameran buku karya-karya dosen yang mengajar pada Magister Program  Studi Teknologi Pendidikan dan kedapatan ada buku yang cukup menarik yaitu buku Deep Learning yang ditulis dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Mendiktisaintek pun melihat dan membacanya. Atas kebaikan penjaga stand yaitu Dr. Jamilah maka buku tersebut diserahkannya kepada Mendiktisaintek sebagai buah tangan dalam kunjungan di bazar buku tersebut.

Perjalanan buku tersebut tidak berhenti sampai kepada Mendiktisaintek di Indonesia yang mudah-mudahan bisa menjadi salah satu masukan dalam sejumlah kebijakan-kebijakan dalam melaksanakan tugasnya. Perjalanan buku Deep Learning versi bahasa Inggris ini ternyata sampai dan sempat diterima oleh Delegasi France untuk Unesco yaitu Prof. Etienne Damome pada tanggal 1 Oktober 2025 di Parliament Europe. Buku tersebut dengan penuh antusias ia terima dan langsung dibacanya. Ternyata, memang betul bahwa Deep Learning yang merupakan salah satu frame work dari artificial Intelligence yang sedang dibahas di Parlaiament langsung menjadi bahan diskusi dalam acara AGM Delegasi UNESCO Chair yang hadir saat itu.

Menurut Prof. Etienne, buku ini sangat lengkap dengan uraian sejumlah praktik-praktik dan best practices dari apa yang seharusnya dilakukan oleh para praktisi dalam dunia Pendidikan, Komunikasi, dan Teknologi yang harus mampu membangun budaya berkemajuan global. Dengan adanya buku tersebut maka telaah tentang Ethic of Artificial Intelligence (EAI)  bisa lebih mendalam dan memberikan nuansa saling percaya dan memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berpikir jernih tentang keberadaan dan pemanfaatan produk AI yang selama ini menjadi focus kehidupan dunia.

Selanjutnya Prof.  Etienne menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Deni Darmawan sebagai penulis yang telah langsung menyampaikan buku tersebut untuk dirinya. Semoga delegasi dari Indonesia ini terus produktif dan berkiprah dengan berbagai karya akademiknya, khususnya dalam riset-riset kolaborasi yang selama 12 tahun ini dapat dirasakan oleh sejumlah delegasi anggota Orbicom-Unesco. ***