Calon Santri Wajib Tahu, Ini 3 Tips Memilih Pesantren

664xauto 30 quotes hari santri nasional penuh motivasi dan inspirasi perjuangkan agama serta bangsa 221021b
Ilustrasi santri di pesantren, (Foto: Instagram/@santriindonesia).

ZONALITERASI.ID – Pesantren atau pondok bisa didefinisikan sebagai lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau pondok. Di pesantren ini, kyai sebagai figur sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya.

Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal. Seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut.

Ya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Di Kementerian Agama sendiri tercatat ada lebih dari 30 ribu pesantren yang berada di Indonesia.

Dikutip dari laman Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Rabu, 26 Juli 2023, berikut ini 3 tips memilih pesantren.

3 Tips Memilih Pesantren

1. Tetapkan Tujuan Anak

Tetapkan tujuan anak atau calon santri saat akan menempuh pendidikan di pesantren. Jika anak ingin menjadi penghafal Al-Qur’an, maka carilah pesantren yang memiliki program hafalan di dalamnya. Kemudian jika ingin menjadi pakar ilmu agama, maka cari pesantren yang menyediakan sistem pembelajaran berdasarkan kitab kuning.

Jika tujuannya adalah ingin anak menjadi calon intektual ulama, maka carilah pesantren yang memadukan antara pendidikan kepesantrenan dengan pendidikan formal.

2. Tentukan Model Pesantren

Orang tua bisa menentukan model pesantren yang diinginkan. Secara umum, pesantren dibagi menjadi dua, yakni pesantren tradisional dan pesantren modern.

Pesantren tradisional atau salafi menekankan pada kitab-kitab kuning. Bahkan model pesantren ini melarang santrinya untuk mengenyam pendidikan formal supaya lebih fokus menguasai kitab-kitab.

Kemudian jika di pesantren modern, santri tidak hanya belajar ilmu keislaman saja namun juga diajarkan ilmu-ilmu umum tentang teknologi maupun bahasa.

Setelah menetapkan tujuan dan model pesantren orangtua atau calon santri harus melihat rekam jejak dari pesantren yang akan dipilih. Misalnya dengan melihat alumni yang ada. Apakah banyak yang berhasil atau sukses dan mampu bermanfaat bagi masyarakat.

3. Cek Sistem Belajar-Rekam Alumni Pesantren

Kunci sukses sebuah pesantren adalah sistem belajarnya. Kemudian juga kualitas alumni, kiprah pimpinan pondok serta jasanya di masyarakat.

Jika pesantren baru berdiri dan belum memiliki alumni, orang tua bisa datang langsung ke lokasi untuk mengecek dan observasi.

Itulah 3 tips memilih pesantren. Semoga bermanfaat bagi calon santri yang saat ini tengah mencari pesantren untuk melanjutkan pendidikan. (haf)***

Respon (36)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *