Disdik Jabar Evaluasi Acara Pelepasan Siswa Usai Kecelakaan Bus di Ciater Subang

evakuasi korban kecelakaan bus di palasari subang 4 169
Bus pariwisata rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Ciater, Subang, Sabtu, 11 Mei 2024. Menyusul kejadian itu Disdik Jabar melakukan evaluasi terkait acara pelepasan siswa, (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

ZONALITERASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melakukan evaluasi terkait acara pelepasan siswa. Itu dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan bus yang membawa siswa SMK Lingga Kencana Depok di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang.

“Akan ada evaluasi pelepasan siswa bagi sekolah di Jawa Barat. Dinas Pendidikan Jabar akan membuat peraturan ketat sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Ini kan merugikan banyak pihak, waktu, sekolah, dan lainnya,” kata Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Bogor-Depok Disdik Jabar, Asep Sudarsono, di Depok, Minggu, 12 Mei 2024, dilansir dari Antara.

Asep menyebutkan, terkait pelepasan siswa, Disdik Jabar telah mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh sekolah agar acara pelepasan diadakan sederhana.

Namun, ada permintaan dari pihak orang tua murid agar acara pelepasan siswa yang lulus diadakan di luar.

“Disdik Jabar sudah mengeluarkan edaran agar pelaksanaan pelepasan siswa itu diadakan sesederhana mungkin. Karena orang tua ingin, mungkin terakhir kali kadang-kadang ingin pelaksanaannya di luar,” tuturnya.

Asep menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait pengecekan kelayakan bus pariwisata yang digunakan pelajar SMK Lingga Kencana Depok.

“Kita mencoba menghubungi dinas perhubungan untuk mengecek kelayakan bus pariwisata yang digunakan. Ini suatu musibah yang tidak kami inginkan,” ujarnya.

11 Orang Meninggal Dunia

Diketahui, sebuah bus pariwisata rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, pada Sabtu, 11 Mei 2024, sekitar pukul 18:45 WIB. Akibat kecelakaan tersebut sebanyak 11 orang meninggal dunia dan 46 lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa kecelakaan terjadi saat bus yang membawa rombongan pelajar itu melintas dari arah Bandung menuju Subang.

Kemudian ketika melewati jalan menurun, bus itu secara tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyeberangi jalur berlawanan sampai menabrak kendaraan minibus jenis Feroza nopol D 1455 VCD.

Setelah menabrak kendaraan yang ada di jalur berlawanan itu, lalu kondisi bus terguling dengan kondisi miring, posisi ban kiri berada di atas, sampai tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.

Di saat tergelincir di jalan yang kondisinya menurun, bus itu terhenti setelah menghantam tiang listrik yang ada di bahu jalan. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *