Kemendikdasmen Alokasikan Beasiswa Pendidikan bagi 150.000 Guru

WhatsApp Image 2026 06 13 at 15.33.50 1
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat memaparkan perkembangan terkait sejumlah program prioritas Kemendikdasmen kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis, 11 Juni 2026, (Foto: Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyebutkan, pada tahun 2026, Kemendikdasmen mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1.

Sementara pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru.

Beasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru ini dialokasikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan sebesar Rp3 juta per orang per semester.

“Saat ini program tersebut telah memasuki semester kedua. Kami berharap nantinya Presiden Prabowo Subianto akan hadir dan mewisuda seluruh guru yang menerima bantuan program tersebut,” kata Mu’ti, saat memaparkan perkembangan terkait sejumlah program prioritas Kemendikdasmen kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis, 11 Juni 2026. Program tersebut merupakan penjabaran dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo yang mengusung tajuk Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Mu’ti menuturkan, untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG), Kemendikdasmen telah menyalurkan kepada guru ASN transfer langsung ke rekening masing-masing guru sebanyak satu kali gaji pokok per bulan. Sementara itu, untuk guru non-ASN yang tersertifikasi juga telah menerima dana tunjangan sebanyak Rp2 juta per bulan.

“Kebijakan ini menunjukkan komitmen Presiden untuk menghadirkan birokrasi yang lebih sederhana sehingga guru dapat merasakan manfaat program secara langsung,” ujar Mu’ti.

Kata Mu’ti, selain program peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto,
dia juga memaparkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

Untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan, lanjutnya, sampai dengan tahun 2025, program revitalisasi telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau sebanyak 16.167 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp16,9 triliun.

Selanjutnya, pelaksanaan revitalisasi tahun 2026 telah berjalan hampir 70 persen dari alokasi awal. Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memasuki tahap pengerjaan dan sebagian sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026. Sehingga bangunan baru hasil revitalisasi dapat digunakan para warga sekolah di momen awal tahun ajaran baru 2026/2027.

“Melalui skema swakelola, program revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan,” papar Mu’ti.

Selain meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi, Mu’ti menyebutkan, pada tahun 2025 Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Perangkat tersebut kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan hasil kajian menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar murid,” ujarnya. (des)***