Kemendikdasmen Pastikan Siswa Berprestasi Dapat Beasiswa Talenta Indonesia

14836
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene, saat berbicara dalam dialog bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), di Tangerang Selatan, Minggu, 1 Maret 2026, (Foto: Dok. Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID – Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene, menegaskan, melalui skema Beasiswa Talenta Indonesia, pemerintah memastikan talenta unggul nasional mendapatkan keberlanjutan pembinaan hingga jenjang pendidikan tinggi, sebagai bagian dari manajemen talenta nasional.

“Program ini dijalankan karena berdasarkan pelacakan alumni talenta berprestasi yang dilakukan Puspresnas, kebutuhan utama murid berprestasi adalah keberlanjutan karier belajar dan akses pelatihan untuk pengembangan talenta,” kata Irene, dalam dialog bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), di Tangerang Selatan, Minggu, 1 Maret 2026, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen.

Sebagai informasi, Beasiswa Talenta Indonesia merupakan beasiswa yang dirancang untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4) di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri bagi murid berprestasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics) melalui kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Menurut Irene, Beasiswa Talenta Indonesia merupakan bagian dari manajemen talenta nasional yang berkelanjutan, tidak berhenti pada ajang kompetisi semata, melainkan dilanjutkan pada tahap apresiasi dan kapitalisasi. Program ini menjadi siklus yang dirancang berkesinambungan, mulai dari penjaringan, pembinaan, aktualisasi, apresiasi, hingga penguatan kapasitas untuk kontribusi nyata.

“Beasiswa di sini adalah bagian dari apresiasi, sekaligus upaya untuk mengembangkan. Jadi, manajemen talenta tidak berhenti satu siklus, tapi menjadi suatu loop, proses yang terus-menerus berkelanjutan, sampai harapannya anak-anak tersebut nantinya dapat berkontribusi bagi masyarakat sekitarnya, bagi Indonesia,” ujarnya.

“Komitmen tersebut diperkuat melalui dua kebijakan strategis, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang,” sambung Irene.

Dalam forum tersebut, Irene juga menegaskan bahwa penguatan talenta harus selaras dengan prinsip Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi murid di wilayah 3T.

Kata dia, prestasi tidak boleh terpusat di wilayah tertentu, melainkan harus menjangkau seluruh daerah melalui sistem seleksi berjenjang dari sekolah hingga tingkat nasional. Penjaringan talenta dilakukan melalui pemberdayaan sekolah agar tidak ada murid yang tertinggal dalam akses maupun kesempatan untuk mengaktualisasikan potensinya.

“Arahan dari Pak Menteri, kami diingatkan bahwa prestasi ini harus bisa selaras menjalankan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Artinya, tidak ada yang tertinggal dalam kesempatan dan akses untuk bisa mengaktualisasikan talentanya,” ujar Irene.

Dia menyebutkan, salah satu program yang terbukti bermanfaat untuk pengembangan talenta murid di wilayah Indonesia timur dan 3T. adalah Bina Talenta Indonesia. Bina Talenta Indonesia merupakan program pelatihan tentang STEM, Kecerdasan Artifisial, Koding, dan Karakter.

Irene menambahkan, intervensi pengembangan talenta melalui Bina Talenta Indonesia menunjukkan dampak di wilayah 3T dan Indonesia Timur.

“Di wilayah 3T dan Indonesia Timur, peningkatan literasi sainsnya lebih tinggi daripada peningkatan di wilayah di luar 3T. Peningkatan literasi sains ini diidentifikasi melalui perbandingan sebelum peserta mengikuti Bina Talenta Indonesia dan setelah mengikuti program tersebut,” ujarnya.

Dalam paparannya, Irene juga menjelaskan, pada tahun 2026, Puspresnas akan menjalankan sejumlah program utama, meliputi penyelenggaraan ajang nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Lalu, pengiriman talenta ke ajang internasional, program kurasi ajang dan sertifikat, Bina Talenta Indonesia; BOS Kinerja Prestasi, serta optimalisasi talent pool yaitu Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) serta Beasiswa Talenta Indonesia. (des)***