Keren, Siswa SMAN 1 Lembang Raih Emas Monolog di Event Tingkat Nasional

3773159448
Annastasya Putri Bahtiar, siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Lembang, Bandung Barat meraih medali emas 'Bidang Monolog FLS2N SMA Tingkat Nasional tahun 2021' yang digelar September lalu, (Foto: Disdik Jabar).

ZONALITERASI.ID – Prestasi keren diraih Annastasya Putri Bahtiar, siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ia meraih medali emas ‘Bidang Monolog Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA Tingkat Nasional tahun 2021’ yang digelar September lalu.

Dalam perhelatan prestisius itu, Annas, panggilan akrab Annastasya Putri Bahtiar, membawakan monolog karya Iswadi Pratama berjudul ‘Jangan Terlalu Dalam’.

Ya, Annas terlihat begitu menjiwai tokoh Arrayan yang hadir dalam monolog ini.

Naskah tersebut menceritakan seorang remaja yang bergantung dan terikat pada ponsel, benda kecil dengan banyak keajaiban di dalamnya. Namun, mereka terpaksa berpisah karena daulat aturan orang tua yang melarang penggunaan ponsel di malam hari. Ringkasnya, naskah tersebut memotret kehampaan seorang remaja yang dipaksa ‘putus’ dengan ponsel kesayangannya.

“Jangan Terlalu Dalam menceritakan tentang orang yang terkait dan terikat dengan handphone. Kebetulan, beberapa waktu lalu handphone saya rusak. Jadi, ada perasaan yang sama. Jadilah saya pilih naskah tersebut,” ungkapnya, dikutip dari laman Disdik Jabar, Minggu, 20 Februari 2022.

Bagi Annas, raihan medali ini bukan karena ia berhasil menjadi yang terbaik dari seluruh peserta lainnya. Namun, karena ia berhasil melawan dirinya sendiri.

“Awalnya aku enggak mau syuting lagi (untuk menyempurnakan penampilan). Tapi, aku sadar banyak orang yang berharap dan mendukung. Aku lawan diri sendiri dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” ujarnya.

Ia mengaku, prestasi tersebut tak lepas dari dukungan sekolah.

“Sekolah selalu mendukung, apalagi Pak Kepala Sekolah selalu menyemangati. Sekolah pun memfasilitasi kebutuhan untuk latihan, jadi sangat total (mendukung),” tuturnya.

Kepala SMAN 1 Lembang, Suhendia Noor, mengatakan, prestasi tersebut menjadi kado luar biasa yang diberikan Annas kepada sekolah.

Ia meyakini, seluruh siswa memiliki kecerdasan masing-masing di berbagai bidang.

“Potensi itulah yang sekolah optimalkan. Kita fasilitasi dan mendorong anak sesuai bakat yang dimiliki,” tuturnya.

Sentuhan Sang Sutradara

Selain jam terbang tinggi, kematangan penampilan, dan naskah yang sesuai dengan keresahannya, penampilan sempurna Annas di FLS2N tak lepas dari peran sang pelatih sekaligus Sutradara Monolog ‘Jangan Terlalu Dalam’, Rangga Rahadian Diaguna.

Tatanan produksi, pengemasan panggung, pencahayaan, dan eksekusi penampilan Annas di monolog tersebut, dikemas begitu apik.

Rangga menuturkan, pengalaman dan bakat Annas sudah terasah sejak SMP.Itu membuat penampilannya lebih matang daripada peserta lain.

“Tinggal mempertajam dengan pendekatan yang lebih festival bagi penampilan Annas. Yang paling penting, harus menyentuh perasaan. Pengalaman Annas tentang rusak handphone menjadikan naskah tersebut sangat cocok dengan kondisinya,” ujarnya. (haf)***