Ketua Pembina KMM UIN Bandung Lantik Pengurus Baru Periode 2024–2025

WhatsApp Image 2025 04 18 at 18.35.04 scaled
Ketua Pembina Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, M. Helmi Kahfi, resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024–2025, Jumat, 18 April 2025. (Foto: Dok. KMM UIN Bandung)

ZONALITERASI.ID – Ketua Pembina Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, M. Helmi Kahfi, S.Sos., M.M.Pd., M.H., resmi melantik kepengurusan baru untuk periode 2024–2025. Acara pelantikan digelar di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) lantai 3, Kampus II UIN Bandung, Jumat, 18 April 2025.

Dalam sambutannya, Ketua Pembina KMM, M. Helmi Kahfi, menyampaikan pesan-pesan inspiratif untuk seluruh pengurus dan anggota.

Menurutnya, KMM hadir sebagai wadah pemersatu bagi mahasiswa Minang di lingkungan kampus UIN Bandung.

“Mahasiswa Minang harus saling bantu, terutama dalam hal perkuliahan. KMM ini bukan hanya tempat berkumpul, tapi rumah untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Helmi mengungkapkan, selama 16 tahun, KMM telah memainkan peran penting sebagai komunitas yang mendorong solidaritas, kepedulian, serta kiprah mahasiswa Minang, baik di dalam maupun di luar kampus. Salah satu yang membanggakan yaitu penampilan seni Tari Piring oleh anggota KMM dalam Konferensi Asia Afrika 2013 di Kota Bandung. Itu menjadi bukti nyata bahwa budaya dan prestasi dapat berjalan beriringan.

Tak hanya soal kebersamaan, Helmi mengajak para mahasiswa untuk terus berinovasi di tengah perubahan zaman.

“Mahasiswa KMM harus adaptif, kreatif, dan punya karakter kuat. Mari siapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa sosial,” paparnya.

Ketua Umum KMM terpilih, Rivaldo Freddy, turut memberikan sambutan penuh semangat. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi ini.

“Saya percaya, KMM bisa menjadi wadah terbaik bagi mahasiswa Minang untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi,” ujarnya.

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Bandung ini menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen organisasi dalam menjalankan program-program yang akan disusun melalui rapat kerja pengurus.

“Tanpa kebersamaan dan gotong-royong, cita-cita besar kita tak akan tercapai. Mari kita jaga semangat ini bersama,” tegasnya.

Acara pelantikan juga dirangkai dengan sesi upgrading pengurus, guna membekali tim baru dengan keterampilan dan pengetahuan dasar dalam berorganisasi. Dengan semangat baru, KMM siap melangkah lebih jauh, menjadi komunitas yang tidak hanya aktif di kampus, tapi berdampak luas bagi masyarakat, umat, bangsa, negara dan agama. (des)***