ZONALITERASI.ID – Tim inovasi teknologi di bidang perikanan dari Universitas Widyatama berhasil meraih Gold Medal pada ajang International Teaching and Learning Invention Innovation Competition (iTaLIIC). Penyerahan penghargaan Gold Medal iTaLIIC digelar di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 26 Juni 2025.
Penghargaan bergengsi ini diberikan atas keberhasilan Universitas Widyatama dalam mengembangkan alat pendeteksi budidaya ikan berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Living Lab—sebuah implementasi nyata dari kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.
Inovasi E-Smart Streams: Enhancing Rural Resilience Through Ai, Solar Innovation, And Structured Community E-Learning tersebut dikembangkan bersama Universitas INTI International, Malaysia dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, serta telah diimplementasikan di Desa Cileles, Kabupaten Sumedang sebagai lokasi percontohan pertama.
Alat pendeteksi budidaya ikan ini mampu memantau kualitas air, tanah, udara, serta kesehatan ikan secara individu, dan terintegrasi dalam aplikasi digital yang bisa diakses oleh para petani ikan. Dengan penggunaan energi solar cell, alat ini dirancang untuk dapat digunakan di daerah terpencil sekalipun.
Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum, menyampaikan rasa
syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini.
Menurutnya, Gold Medal ini adalah bukti bahwa riset dan inovasi yang dikembangkan oleh Universitas Widyatama tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga mendapat pengakuan internasional.
“Alat pendeteksi budidaya ikan ini kami desain berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, dengan pendekatan teknologi AI yang aplikatif,” ujarnya, dilansir dari laman Universitas Widyatama, Selasa, 8 Juni 2025.
Sebagai informasi, ajang iTaLIIC merupakan kompetisi internasional tahunan yang mempertemukan para inovator, pendidik, dan peneliti dari berbagai negara untuk mempresentasikan temuan dan pendekatan baru dalam pembelajaran dan pengembangan teknologi
“Keikutsertaan dan kemenangan di iTaLIIC ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, serta menjadi penggerak kemajuan teknologi yang berdampak untuk masyarakat. Kami juga berharap keberhasilan ini dapat memperkuat peran Widyatama sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing global,” tutur Prof. Dadang.
Kata Prof. Dadang, dengan diraihnya Gold Medal ini, Universitas Widyatama tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan berkelanjutan di sektor perikanan dan pemberdayaan UMKM lokal.
“Ajang ini juga menjadi momentum strategis untuk memperluas kolaborasi internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi AI untuk pendidikan, riset, dan solusi masyarakat di era digital,” pungkasnya. ***





