Mengenal 4 Tipe Parenting dan Pengaruhnya pada Anak

Content 16 oct 01 1160x1160 2
Setiap orang tua berhak menentukan pola asuh yang terbaik untuk mendidik anaknya. Namun, tiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, (Ilustrasi: Parentalk).

ZONALITERASI.ID Setiap orang tua berhak menentukan pola asuh yang terbaik untuk mendidik anaknya. Namun, tiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pola asuh anak terbagi menjadi empat tipe utama. Melansir laman Halodoc.com, berikut ini 4 tipe parenting dan pengaruhnya bagi anak.

1. Authoritarian Parenting

Pola asuh otoriter ketika orang tua mendidik anak dengan cara menerapkan aturan ketat yang harus dipatuhi. Karakteristik pola asuh otoriter dari orang tua terlihat dari beberapa hal berikut ini:

– Memiliki tuntutan yang tinggi pada anak.
– Memiliki harapan anak menjadi yang terbaik dan tidak membuat kesalahan.
– Menghukum anak jika melakukan kesalahan tetapi tidak menjelaskan kesalahan apa yang anak buat.
– Kurangnya diskusi dengan anak.

Hasil yang diharapkan dari orang tua dengan pola asuh ini agar anak disiplin, penurut, dan menjadi yang terbaik dalam kehidupannya. Namun, sayangnya orang tua yang bersikap terlalu keras pada anak bisa berdampak pada perilaku atau mental anak di masa depan.

Dampak pola asuh ini bisa membuat anak merasa cemas, rendah diri, depresi, bahkan menjadi pemberontak dan pembohong karena terlalu dikekang.

2. Permissive Parenting

Berbanding terbalik dengan tipe sebelumnya, permissive parenting cenderung menerapkan sedikit aturan pada anak. Pola asuh permisif adalah ketika orang tua menunjukan rasa sayang yang tinggi pada anak, tetapi di sisi lain jarang mendisiplinkan anak. Akibatnya, anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini kemungkinan memiliki sifat manja.

Sisi positif dari pola asuh ini yaitu anak menjadi lebih mandiri dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini karena orang tua yang membebaskan dan tidak terlalu mengontrol bagaimana anaknya bersikap. Di sisi lain dampak negatif dari pola asuh ini menyebabkan anak tidak menghargai aturan, hingga kurang mampu mengontrol diri.

3. Authoritative Parenting

Authoritative parenting adalah sedikit kombinasi antara pola asuh otoriter dan permisif. Pola asuh ini mendisiplinkan anak dengan peraturan yang jelas dan kerap kali mengajak anak berkomunikasi dengan orang tua. Pola asuh ini disarankan oleh para ahli karena merupakan penggabungan yang tepat antara rasa sayang dan kontrol dari orang tua.

Beberapa karakteristik pola asuh jenis ini, yaitu:

– Orang tua bersikap responsif dan mau mendengarkan pertanyaan dari anak.
– Memiliki harapan yang tinggi pada anak, dengan memberikan juga dukungan, masukan, dan rasa sayang.
– Memaafkan anak ketika mereka gagal dan tidak menghukum anak.

Tujuan utama dari pola asuh ini adalah bagaimana mendidik anak dengan tegas, tapi juga suportif dan membuka ruang diskusi dengan anak. Harapannya anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kooperatif, dan mandiri.

4. Uninvolved Parenting

Orang tua dengan pola asuh ini biasanya kurang mengetahui bagaimana perkembangan anak. Anak-anak yang besar dengan gaya mengasuh ini cenderung kurang menerima bimbingan, pendidikan, dan perhatian dari orang tua.

Ketidakterlibatan orang tua dalam membesarkan anak bisa mendapatkan pengaruh terhadap hal-hal tertentu. Contohnya orang tua yang memiliki gangguan kesehatan mental, penyalahgunaan zat-zat tertentu, atau ada masalah lainnya.

Tentu saja absennya peran orang tua pada masa pertumbuhan anak akan mempengaruhi perilakunya di masa depan. Bersifat agresif, nakal, depresi, dan sulit mengendalikan emosi, merupakan dampak yang mungkin terjadi pada anak dengan pola asuh ini. (des)***

 

Respon (47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *