Pengurus Ikapi Jawa Barat Periode 2026-2031 Dikukuhkan

WhatsApp Image 2026 04 02 at 18.49.18
Ketua Umum Ikapi Pusat, Arys Hilman Nugraha, melakukan pengukuhan Kepengurusan Ikapi Jawa Barat Masa Kolaborasi 2026-2031, di Sekretariat Ikapi Jabar, Jalan Inggit Garnasih, Bandung, Rabu, 1 April 2026, (Foto: Dede Suherlan/Zonaliterasi.id).

ZONALITERASI.ID – Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat, Arys Hilman Nugraha, melakukan pengukuhan Kepengurusan Ikapi Jawa Barat Masa Kolaborasi 2026-2031, di Sekretariat Ikapi Jabar, Jalan Inggit Garnasih, Bandung, Rabu, 1 April 2026.

Sebagai informasi, dalam pemilihan yang diselenggarakan secara voting pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-18 Ikapi Jabar, di Hotel Grand Asrilia, Bandung, pada Selasa, 10 Februari 2026, Abdul Raup ditetapkan sebagai Ketua Ikapi Jabar untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Abdul Raup menyisihkan dua calon lainnya, Partoyo dan Undang Hidayat. Abdul Raup memperoleh 33 suara, Partoyo 5, dan Undang Hidayat 3 suara.

Kepada Kepengurusan Ikapi Jabar periode 2026-2031, Ketua Umum Ikapi Pusat, Arys Hilman Nugraha, menyampaikan optimisme dalam mengembangkan dunia perbukuan.

Kata dia, di seluruh dunia, buku cetak itu masih mayoritas yang dijual.

“Mungkin ada sejumlah negara yang buku digitalnya besar, tetapi tidak lebih dari 30%. Jepang barangkali paling tinggi buku digitalnya, tapi itu hanya 30%. Di banyak negara juga hanya di bawah 10%. Di Indonesia sendiri buku digital itu hanya di bawah 10%,” kata Arys, kepada Zonaliterasi.id, seusai pengukuhan Kepengurusan Ikapi Jawa Barat Masa Kolaborasi 2026-2031.

Arys menuturkan, buku cetak memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang membuat masyarakat akan lebih menyukainya.

“Riset terakhir yang dilakukan sebuah lembaga riset di Indonesia, GoodStats, menyebutkan, mayoritas responden menyukai buku cetak. Dan itu adalah fenomena seluruh dunia. Jadi potensi buku cetak itu masih tetap besar,” ujarnya.

Arys juga menyampaikan besarnya potensi penerbitan buku anak.

Menurut dia, buku anak selalu masuk dalam tiga besar buku paling laku. Dua kategori lainnya yaitu buku agama dan fiksi.

“Kalau berbicara idealisme, ini saatnya membuat anak-anak kita itu terbiasa membaca buku. Ini akan menjadi modal bagi bangsa kita. Paling tidak di 20 tahun ke depan, mereka akan menjadi para pemimpin bangsa ini dan mereka sudah terlatih membaca,” ujarnya.

Ketua Ikapi Jabar, Abdul Raup, menuturkan, untuk lima tahun ke depan, dia ingin agar Ikapi Jabar memberikan manfaat kepada anggotanya.

“Ikapi Jabar memiliki 520 anggota. Sebenarnya ada berapa persentase yang aktif benar, aktif musiman. Ada bahkan yang sudah tidak aktif sama sekali. Kita coba petakan,” sebutnya.

“Satu saat nanti, justru anggota yang perlu Ikapi Jabar. Untuk bisa seperti itu Ikapi harus membangun jejaring dengan semua instansi, pemerintahan, dan korporasi. Sehingga, ketika ada program-program terkait ekonomi, Ikapi Jabar menjadi referensi,” tambah Raup.

Selanjutnya, kata Raup, dia akan mengajak pengurus agar memperbaiki kinerja. Setiap pengurus harus punya program.

“Program ini dipetakan selama 5 tahun. Salah satunya, ke depan, di gedung Ikapi Jabar akan diselenggarakan pelatihan rutin, pelatihan tutorial, menulis, dan sebagainya. Sehingga para penulis mau tidak mau, kalau ingin mendapatkan akses pelatihan, dia harus merapat di Ikapi Jabar,” ujarnya.

Raup juga menyampaikan, para penerbit harus membaca kebutuhan pasar. Jangan sampai menerbitkan buku itu tidak bervisi.

“Kan banyak yang bisa bikin buku tapi nggak bisa jual. Bukan dia yang nggak bisa bikin buku, walaupun sebenarnya dia tidak tahu persis buku yang dibutuhkan. Nah, dalam kondisi begitu, Ikapi harus bisa memberikan informasi itu,” ujarnya.

“Ini kan dari riset. Misalnya riset perbukuan tahun 2027, trendnya akan seperti ini. Itu menjadi input bagi anggota Ikapi,” sambungnya.

Terkait pameran buku, Raup mengatakan, Ikapi Jabar akan mengadakan pameran di tempat-tempat yang masih kosong. Karena filosofinya, semakin banyak outlet pameran dibuka, semakin bergairah para penerbit untuk menerbitkan buku.

“Lima tahun ke depan, Ikapi Jabar menjadi master penyelenggaraan pameran, walaupun praktiknya itu adalah berkolaborasi dengan semua penyelenggara yang ada,” ucapnya.

Raup menekankan, Ikapi Jabar jangan ketinggalan kereta oleh komunitas pegiat literasi. Saat komunitas literasi bermunculan, tapi Ikapi Jabar tidak terlibat di dalamnya.

“Ikapi Jabar akan menjadi partner siapa pun ketika ada gerakan literasi. Setiap kegiatan literasi, harus menyertakan Ikapi. Sehingga nanti brand Ikapi Jabar itu ada di mana-mana. Kita tidak akan menghentikan, apalagi menutup kegiatan mereka. Justru kita akan menambah kegiatan itu di tempat-tempat yang lain yang belum ada, dengan tetap membawa branding Ikapi Jabar,” tuturnya.

“Kita harus bangun sebuah visi, 5 tahun ini kita ngapain? Kehadiran kita di Ikapi ini bagian dari ibadah dan dakwah untuk membangun peradaban. Ini bukan kerja saya sendiri, ini adalah kerja kolektif kita semua pengurus yang baru dilantik,” pungkasnya.

Di akhir acara pengukuhan, dilangsungkan penyerahan penghargaan kategori Lifetime Achievement kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam mengembangkan Ikapi Jabar. Pembacaan penerima penghargaan disampaikan oleh Sekretaris Umum Ikapi Jabar, Taofik Rahman.

Mereka yang mendapat penghargaan kategori Lifetime Achievement yaitu:

1. Drs. H. Aan Soenendar, Ak. (Ketua Ikapi Jabar 1989-1994, 1994-1998)

2. Drs. H. Asril Das (Ketua Ikapi Jabar 2002-2006)

3. K.H. Anwaruddin, M.Ag. (Ketua Ikapi Jabar 2007-2011, 2011-2016)

4. Drs. Mahpudi, S.Sos., M.T. (Ketua Ikapi Jabar 2016-2021, 2021-2026)

(des)***