Oleh Raisya Rizqita Putri
MASALAH penumpukan sampah di wilayah Ujungberung, Kota Bandung semakin sulit dikendalikan, terutama di kawasan Cilengkrang. Tumpukan sampah yang menggunung menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Di beberapa titik, sampah bahkan berserakan hingga ke badan jalan, membuat lingkungan terlihat kotor dan tidak nyaman.
Kondisi ini semakin parah karena keterlambatan mobil pengangkut sampah yang tidak datang tepat waktu. Selain itu, sebagian masyarakat juga masih membuang sampah di luar jadwal pengangkutan atau secara sembarangan, sehingga memperparah penumpukan yang terjadi.
Permasalahan ini tambah rumit karena lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara berada dekat dengan pemukiman warga. Akibatnya, selain bau tidak sedap, muncul pula berbagai hewan seperti tikus, lalat, dan serangga yang berpotensi menyebarkan penyakit.
Di beberapa lokasi, tumpukan sampah bahkan telah menutup sebagian jalan dan menghambat kendaraan yang melintas. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan cepat dan menyeluruh, termasuk pembersihan total di titik-titik yang terdampak.
Saat musim hujan, situasi menjadi semakin buruk karena sampah bercampur dengan air kotor dan menimbulkan bau yang lebih menyengat. Masyarakat berharap adanya peningkatan sistem pengelolaan sampah serta penambahan fasilitas kebersihan, terutama di wilayah padat penduduk, agar permasalahan ini tidak terus berulang di masa mendatang.
Sejumlah warga pun mengaku resah dengan kondisi tersebut karena selain bau menyengat, sampah yang menumpuk juga mengundang lalat, tikus, dan berbagai serangga yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
Salah satu warga menyampaikan bahwa bau semakin parah terutama pada siang hari dan menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan lingkungan sekitar.
Warga menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di daerah tersebut belum berjalan secara maksimal. Mereka berharap pemerintah kota, khususnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dapat segera mengambil langkah nyata. Penanganan sampah tidak menunggu hingga menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius.
Di samping itu, warga juga menginginkan adanya tindakan langsung di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan.
Sementara pemerintah setempat menyatakan akan segera mengambil langkah penanganan, seperti menambah armada pengangkut sampah dan meningkatkan frekuensi pengangkutan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan agar permasalahan ini tidak terus berulang. ***
Daftar Pustaka
Paisal, M. (2025, Desember 10). Penumpukan sampah di Ujungberung Sudah Tidak Terkendali, Warga Mulai Kewalahan. AyoBandung.id
Raisya Rizqita Putri, mahasiswa Program Studi Kimia angkatan 2025, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Sunan Gunung Djati Bandung.











