Persiapan KTT G20 2022 Bali, PIKKC-ITB Gelar Diskusi Bahas Pemecahan Masalah Global

FOTO ITB 19
Kampus ITB. PIKKC-ITB bersama Gen81 ITB menggelar dialog dan diskusi dengan topik 'Solve the World Challenge : Recover Together, Recover Stronger and Smarter (Digitalization, Governance and Empowerment)', (Foto: Mediaindonesia.com).

ZONALITERASI.ID – Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB (PIKKC-ITB) bersama Gen81 ITB menggelar dialog dan diskusi dengan topik ‘Solve the World Challenge : Recover Together, Recover Stronger and Smarter (Digitalization, Governance and Empowerment)’.Kegiatan yang menjadi agenda Task Force 2 – Think 20 ini diselenggarakan sebagai persiapan jelang
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali.

Task Force 2 – Think 20 sendiri dibentuk sebagai sebagai Bank Ide, yang memberikan rekomendasi secara analitis dan independent dalam proses pengambilan keputusan G20.

Ketua PIKKC-ITB sekaligus Lead Co-Chair Task Force 2 – Think 20, Prof. Suhono H Supangkat, mengatakan, dialog diarahkan untuk membahas isu-isu KTT G20 pada tahun 2022.

“Spesifiknya, terkait permasalahan global. Yakni, berkaitan dengan perkembangan digital, tata kelola, pemberdayaan sumber daya dan perubahan iklim global atau climate change,” katanya dalam siaran pers, Minggu (12/12/2021).

Disebutkannya, sejumlah pembahasan Task Force 2 – Think 20, tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan berdampak pada berbagai sektor, misalnya kesehatan, ekonomi, dan lainnya.

Karena itu juga, dialog dibuat untuk membangun kolaborasi dalam mengumpulkan pemikiran untuk menghasilkan solusi-solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dunia.

Sejalan dengan itu, Suhono berharap, Indonesia dapat memberikan kontribusi yang berarti ketika kegiatan KTT G20 tahun 2022 nanti berlangsung.

“Acara ini dapat menghubungkan dot-dot atas pemikiran akademisi, para pakar dan ahli serta pemerintah untuk berkontribusi dalam membuat kebijakan pada level global untuk menjawab tantangan pada masa yang akan datang baik dalam sektor ekonomi, sosial maupun lingkungan,” ujarnya.

Suhono mengatakan, pada pelaksanaannya, kegiatan dibagi ke dalam 4 sesi diskusi dengan melibatkan antara lain pemerintah pusat, wakil rakyat, pemerintah daerah, instansi pemerintah, akademisi serta pakar dan ahli.

Pada sesi pertama, narasumber yang hadir antara lain Irwan Sinaga (Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Amerika dan Pasifik), Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D (Dirjen Pelayanan Kesehatan), Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M. Sc. (Profesor UNILA Bidang Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya Alam), Arya Damar (Direktur Utama Lintasarta).

Sesi kedua dihadiri oleh Masyita Crystallin (Stafsus Menkeu bidang Kebijakan Fiskal & Makroekonomi), Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. (Kepala BPPT), Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto (Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Republik Indonesia (2012-2018), Hiramsyah S. Thaib (CEO Gobel Group). Pada sesi ini dibahas isu-isu mengenai perubahan iklim serta program dalam mengurangi emisi global (zero nett emission).

Pada sesi ketiga, narasumber yang hadir antara lain Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. (Gubernur Bali), Herdy Rosadi Harman (Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)), Prof. Dr. Ahmad M Ramli (Guru Besar FH UNPAD).

Sementara sesi akhir, kegiatan ini ditutup dengan paparan mengenai ide-ide dari Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar), Gatot S Dewa Broto (Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (2017-2021)), Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.eng (Guru Besar Universitas Indonesia Bidang Transportasi).

Suhono mengajak akademisi dan industri untuk berkontribusi dalam mempersiapkan presidensi G20 Indonesia ini.

“Saya sebagai Lead Co-Chair Task Force 2- Think 20 mengundang masukan-masukan untuk abstract policy brief baik di bidang digitalisasi dan cyber security maupun empowerment sehingga Indonesia pada presidensi kali ini dapat memberikan kontribusi untuk saving the future,” pungkasnya. ***