ZONALITERASI.ID – Sejarah emas ditorehkan Persib setelah menasbiskan diri sebagai klub pertama di Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional tiga kali beruntun.
Setelah melakukan back to back juara Liga 1 2023/2024 dan 2024/2025, Maung Bandung mempertahankan gelarnya setelah bermain imbang tanpa gol dengan Persijap Jepara pada laga pekan ke-34 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dengan hasil itu, Persib mengunci puncak klasemen dengan mengumpulkan nilai 79. Meskipun Borneo FC mengumpulkan nilai yang sama setelah mengalahkan Malut United, Persib unggul head to head.
Dilansir dari laman resmi Persib, bagi Pangeran Biru, keberhasilan menjuarai Super League 2025/2026 ini melengkapi panca takhta atau bintang kelima mereka sejak era Liga Indonesia. Sebelumnya, Persib menjuarai Liga Indonesia 1994/1995, Liga Super Indonesia (LSI) 2014, serta back to back pada Liga 1 2023/2024 dan 2024/2025.
Sepanjang sejarah, ini merupakan trofi kesepuluh Persib di kompetisi kasta tertinggi nasional. Di era amatir, Persib pernah menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1937, 1959/1961, Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/1990 dan 1993/1994.
Dalam pertandingan menentukan ini, pelatih Persib, Bojan Hodak menurunkan komposisi tim Teja Paku Alam (PG); Eliano Reinjders, Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Federico Barba; Adam Alis, Frans Putros; Beckham Putra Nugraha, Thom Haye, Rosembergne “Berguinho” Da Silva; dan Andre Jung.
Pada laga yang dipimpin wasit asal Korea Selatan, Ko Hyungjin, Persib kesulitan mengembangkan permainan dan gagal mencetak gol pembuka keunggulan di sepanjang babak pertama.
Di babak kedua, Hodak menarik Kakang Rudianto menggantikannya dengan Luciano Guaycochea. Persib langsung menggebrak melalui akselerasi Berguinho. Namun, Persijap sempat membahayakan gawang Persib di menit 50.
Pada menit 51, pemain Persijap melanggar Lucho. Pada menit 53, tendangan bebas Haye masih bisa diselamatkan kiper Persijap, Muhammad Nurdiansyah. Semenit berselang, tendangan jarak dekat Jung pun bisa diselamatkan Nurdiansyah.
Pada menit 60, Nurdiansyah sempat melakukan kesalahan. Namun, para pemain sudah dinyatakan dalam posisi offside. Lima menit berselang, sontekan Jung pun masih bisa dimentahkan bek Persijap.
Pada menit 67, Hodak memasukkan Ramon Tanque dan Uilliam Barros menggantikan Beckham dan Jung. Tandukan Barros masih bisa digagalkan bek Persijap. Begitu juga tendangan Matricardi masih melambung.
Barros kembali mengancam pada menit 73. Namun, tandukannya masih menyamping di samping gawang Persijap.
Persib terus menekan. Namun, pada menit 78, Berguinho mengalami cedera. Dia tergeletak di lapangan sambil meringis kesakitan dan tak mampu melanjutkan pertandingan. Posisi Berguinho digantikan Julio Cesar.
Pada menit 87, tendangan bebas dan sepak pojok Persib belum mampu memecah kebuntuan. Tepat di menit 90, Hodak memasukkan Saddil Ramdani menggantikan Reijnders.
Tambahan waktu enam menit, Persib terus berjuang. Namun hingga pertandingan usai skor 0-0 tak berubah.
Pertahanan Solid
Usai laga, Bojan Hodak tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Dia hanya merasakan senang dan gembira karena berhasil membawa Persib juara.
Hodak pun mengungkap faktor kunci Persib juara. Yakni pertahanan solid Pangeran Biru, di mana mereka hanya kebobolan 22 gol dalam 34 pertandingan yang dimainkan musim ini.
“Saya pikir pertahanan kami yang membawa kami meraih gelar tahun ini, dan kami mengatakan bahwa jika kami tidak kebobolan gol, kami akan tetap menjadi juara,” kata Hodak, kepada wartawan, seusai laga.
“Kami menciptakan peluang, kami tidak mencetak gol, tetapi pada akhirnya pertahanan selalu menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” tambahnya.
Pelatih yang pernah berkarier di Malaysia itu juga mengatakan, perjuangan Persib musim ini jauh dari kata mudah. Bahkan bisa dikayakan sangat sulit.
Menurut Hodak, gelar yang diraih Persib pada musim 2025/2026 merupakan perjuangan tersulit jika dibandingkan dengan saat mereka juara di musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Apalagi, Persib melakukan banyak pergantian pemain setelah menjuarai edisi 2024/2025. Sejumlah pilar kunci angkat kaki alias pergi dan Maung Bandung mendatangkan banyak pemain baru.
“Jadi ini jauh lebih sulit daripada tahun lalu, tetapi Anda lihat kami mengganti banyak pemain tetapi entah bagaimana karakter tetap ada,” jelasnya. ***











