Al-‘Alim
aku terbata-bata
membaca buku,
membaca dunia,
membaca peradaban
membaca masa depan
membaca situasi.
Engkaulah alimul ghoibi wasy syahadati itu
yang memberikan lentera cahaya
pada pemahamanku
agar terang
buku yang aku baca,
dunia yang ku arungi,
peradaban yang ku layari,
masa depan yang ku derapi,
dan situasi yang aku siasati.
Purbalingga, 2026
***
Hidup Sejatinya Malam
amat banyak misteri yang terselubung
bukan karena sifat dasarnya tertutup.
Melainkan karena hijab dalam pemahamanku
terutama ilmuku masih teramat dangkal.
Keterbukaan ialah hikmah
hikmah ialah cahaya
cahaya memecah tirai penghalang
yang mulanya gelap menjadi terang.
Tuntunlah tangan, kaki, pikiran,
hati, mata, jasadiah, batiniah ini
sampai pada pemahaman-Mu,
rido-Mu, rahman-rahim-Mu
dan cahaya nurus-samawati
yang kekal dan abadi.
Purbalingga, 2026
***
Globalisasi
apa yang membujur
dari utara hingga selatan
memenangi topik-topik internasional
yang terlentang antara timur hingga barat.
apakah yang mengglobal?
ialah keangkuhan, kedurjanaan dan
keserakahan
segelintir dari elit dan penguasa semata
maka, Sang Malik akan lekas pula
mengglobalkan mafsadatnya,
rusaknya, dana kekerdilan
yang kita sebut-sebut
sebagai kemajuan zaman modern
sejatinya sumber kedangkalan itu.
Purbalingga, 2026
***
Kesasar
liukan jalan di dunia
amat melenakan.
terjal rute begitu
mengecoh pandangan.
pun curam jurang
yang tidak memiliki batas tegas.
Maka tak jarang aku tersesat
dalam rimba dunia,
dalam belantara kegaduhan semu,
dalam belukar pengetahuanku yang kerdil ini.
aku meminta titian menuju jalan-Mu.
Purbalingga, 2026
***
Benang-Benang Kusut
ialah otakku yang tak mampu melerai
setiap tali temali masalah
yang kadang ruwet untuk diurai
satu per satu.
kadang jua aku lebih memilih
mengumpat pada situasi yang rumit
ketimbang mengurai
setiap tali temali
yang sama antara hulu dan hilirnya
ujung yang sini dan pangkal yang seberang.
Pun tujuannya
ialah taman berbunga
dan berbuah
yang bernama
ketakwaan.
Purbalingga, 2026
***
Yanuar Abdillah Setiadi, lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama.
Menulis di 50 website Nasional. Tiga buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023), Melihat Lebih Dekat (2024). Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (2026). Menjadi pembicara di beberapa seminar kepenulisan. Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi.











