Rangkaian Ramadan dan Idulfitri Komunitas Muslim Indonesia di Canberra, Penuh Kebersamaan dan Kehangatan

dwi
Dari kanan ke kiri: Andi Wibowo (Presiden AIMFACT), Brigjen Dr. Sunaryo (KBRI Canberra), Ust. Haikal Masrur (Dompet Duafa), Fuadil Ulum (Ketua Panitia Ramadhan, Mahasiswa S2 di Australian National University), (Foto: Dok. AIMFACT).

ZONALITERASI.IDKomunitas Muslim Indonesia di Canberra merayakan Ramadan tahun ini dengan serangkaian kegiatan yang hangat, inklusif, dan penuh nilai kebersamaan. Seluruh kegiatan diselenggarakan oleh  AIMFACT (Australia Indonesia Muslim Foundation in ACT) bekerja sama dengan KBRI Canberra, dengan dukungan dari berbagai kelompok pengajian.

Duta Besar RI untuk Australia, Dr. Siswo Pramono, beserta jajaran KBRI Canberra, turut memberikan dukungan penuh dan terlibat aktif sejak awal hingga akhir kegiatan.

Dalam siaran pers yang disampaikan AIMFACT, Minggu, 22 Maret 2026, disebutkan, perayaan Ramadan dimulai seminggu sebelum bulan suci dengan pengajian Tarhib Ramadan yang memfokuskan pembahasan pada persiapan menjalani puasa musim panas. Dengan durasi puasa yang mencapai 14–15 jam, pengajian ini memberikan panduan praktis tentang bagaimana menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual agar jemaah dapat menjalani puasa dengan nyaman di tengah cuaca yang lebih hangat. Kehadiran jemaah dari berbagai kalangan menunjukkan antusiasme komunitas dalam menyambut datangnya bulan penuh berkah ini.

Selama Ramadan, KBRI Canberra menjadi pusat kegiatan komunitas Indonesia. Setiap akhir pekan, ratusan warga berkumpul untuk mengikuti rangkaian buka puasa bersama yang diawali dengan kegiatan TPA untuk anak-anak, pengajian remaja, dan ceramah singkat dari para ustaz. Setelah itu jemaah berbuka dengan takjil, menunaikan salat Magrib berjemaah, menikmati makan malam bersama, dan melanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih.

Kehadiran rata-rata 250–300 orang di setiap kegiatan menjadikan KBRI bukan sekadar kantor perwakilan diplomatik, tetapi juga tempat berkumpul yang menghadirkan suasana kekeluargaan khas Indonesia. Makanan berbuka disiapkan secara gotong royong oleh AIMFACT, KBRI dan masyarakat, memperlihatkan semangat kebersamaan yang terus terjaga di perantauan.

Seperti tahun sebelumnya, komunitas perempuan Indonesia juga mendapatkan ruang khusus melalui Seminar Perempuan bertema “Embrace Motherhood: Integrating Psychological and Physical Well Being in Motherhood”. Seminar tersebut membahas perjalanan keibuan dari aspek fisik dan psikologis, memberikan ruang aman bagi para perempuan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat dukungan sesama. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat karena menyentuh kebutuhan nyata perempuan Indonesia yang tinggal jauh dari keluarga besar.

Sebagai bagian dari wujud kepedulian sosial, AIMFACT bersama masyarakat menggalang dana untuk distribusi menu berbuka dan takjil kepada warga Muslim Indonesia di Canberra sepanjang Ramadan, dengan prioritas penyaluran kepada para lansia dan mahasiswa Muslim yang lebih membutuhkan bantuan. Selain itu, komunitas juga menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang telah disalurkan ke Indonesia melalui mitra penyalur tepercaya, sehingga manfaat Ramadhan tidak hanya dirasakan di Canberra, tetapi juga menjangkau saudara-saudara di Tanah Air.

Menjelang akhir bulan suci, gema takbir menggema di KBRI Canberra dan keesokan harinya masyarakat melaksanakan salat Idulfitri di Wisma Indonesia, rumah resmi Duta Besar RI. Turut hadir dalam Ibadah ini yaitu Duta Besar dan para jajaran staf KBRI Canberra, para sesepuh dan diaspora, pengurus kelompok-kelompok pengajian yang ada di Canberra, dan mahasiswa Indonesia. Rangkaian kegiatan salat Idulfitri dimulai dengan sambutan-sambutan, yaitu yang pertama sambutan Ketua Kegiatan Ramadhan 2026 yaitu Fuadil Ulum, tentang rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sambutan kedua oleh Presiden AIMFACT yaitu Andi Wibowo. Dalam sambutannya, Presiden AIMFACT, Andi Wibowo, mengungkapkan, “Idulfitri bukan sekadar akhir dari menahan lapar, melainkan awal dari implementasi nilai-nilai kesabaran dan disiplin. Kehadiran para sesepuh yang telah lama menetap di Canberra menjadi inspirasi bagi kami yang muda untuk terus menjaga kerukunan dan identitas Muslim Indonesia di tanah rantau ini.”

Di akhir sambutannya, Presiden AIMFACT juga berharap ukhuwah antara AIMFACT, KBRI, dan seluruh komunitas Muslim di Canberra senantiasa terjaga dengan baik.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Australia,  Siswo Pramono, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Ramadhan serta kontribusi seluruh pihak yang terlibat.

Setelah rangkaian sambutan selesai, salat Idulfitri pun dimulai. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustad Radikal Yuda Utama, M.Sc., yang dalam khutbahnya menyampaikan tema “Renungan Setelah Ramadhan”. Usai ibadah, masyarakat disambut dalam acara Open House yang berlangsung secara hangat dan penuh keakraban. Sajian khas Idulfitri, canda tawa, dan silaturahmi menjadi penutup indah dari rangkaian kegiatan Ramadaan tahun ini.

Dalam wawancara terpisah saat Open House, Andi Wibowo selaku Presiden AIMFACT menuturkan, “Sebagai muslim yang hidup jauh dari Tanah Air, kebersamaan dalam merayakan Ramadhan bersama komunitas Muslim Indonesia di Canberra menjadi penopang penting untuk menjaga silaturahmi, memperkuat identitas, dan memfasilitasi ibadah selama bulan suci. Kehangatan komunitas inilah yang membuat Ramadhan tetap terasa seperti di rumah sendiri.” (des)***